Menkop Groundbreaking Koperasi Kelurahan Merah Putih Sokoduwet, Pembangunan Dimulai
JAKARTA - Peletakan batu pertama pembangunan fisik Koperasi Kelurahan Merah Putih di Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan, Jawa Tengah, menjadi tonggak penting dimulainya pembangunan ekonomi desa berbasis kerakyatan.
Peletakan batu pertama untuk pembangunan aset fisik berupa gudang, gerai dan sarana pendukung lainnya untuk Koperasi Kelurahan Merah Putih Sokoduwet dilakukan oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono.
Dalam sambutannya, dia menegaskan peletakan batu pertama Kantor KKMP Sokoduwet merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat setempat. Ferry juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Pemerintah Kota Pekalongan, TNI dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan tersebut.
Dia menegaskan, pembangunan koperasi kelurahan itu tidak hanya menghadirkan gerai ritel, pergudangan dan fasilitas pendukung, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah dan masyarakat.
"Sebagai pusat layanan pemberdayaan ekonomi yang mencakup akses permodalan, pelatihan dan pemasaran," ucap Ferry dalam keterangan resminya, Sabtu, 13 Desember.
Ferry juga menegaskan, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi bagian dari gerakan nasional yang menargetkan puluhan ribu koperasi desa di seluruh Indonesia. Latar belakangnya adalah kebutuhan memperkuat ekonomi lokal, memperluas akses usaha kecil dan menjadikan koperasi sebagai soko guru ekonomi rakyat.
Baca juga:
Koperasi Kelurahan di Pekalongan akan dilengkapi fasilitas sembako, gudang, apotek klinik, lembaga keuangan mikro hingga transportasi. Semua itu dirancang untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pelaku usaha lokal yang ada di Pekalongan dan sekitarnya.
Sebagai wujud komitmen Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam upaya mengoptimalkan operasionalisasi Koperasi Kelurahan Merah Putih di Pekalongan, akan dilakukan serangkaian pelatihan peningkatan SDM bagi pengelola ataupun pengurus koperasi.
"Kami akan mendukung penuh pelatihan SDM, pengurus dan digitalisasi koperasi desa," katanya.
Setelah aset fisik Koperasi Kelurahan Merah Putih di Desa Sokoduwet tersebut selesai, kata Ferry, diharapkan dapat segera beroperasi melayani kebutuhan masyarakat. Dia mempersilakan pengurus atau pengelola koperasi untuk menjual produk-produk yang dihasilkan oleh BUMN dan swasta.
Akan tetapi, Ferry juga menekankan agar Koperasi Kelurahan Merah Putih di Desa Sokoduwet tersebut memaksimalkan untuk dapat memfasilitasi produk-produk dari masyarakat di Pekalongan dan sekitarnya.
"Saya menantang supaya produk lokal di Kota Pekalongan dan sekitarnya berani masuk gerai ritel kami sendiri (koperasi)," ujar dia.
Pada kesempatan sama, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menyambut baik pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih di 27 titik di Kota Pekalongan.
Menurut dia, semangat pengurus koperasi di wilayah tersebut sangat luar biasa. Namun, dia mengingatkan agar koperasi tidak langsung masuk ke simpan pinjam, demi menjaga kesehatan usaha dan tidak menyaingi koperasi besar yang sudah ada.
Achmad mengapresiasi dukungan aparat yang terus mengawal jalannya program koperasi desa. Dengan latar belakang pengurus beragam dan mumpuni, dia optimistis Koperasi Merah Putih di wilayahnya bisa segera berjalan.
"Ke depan, saya berharap koperasi dapat disinkronkan atau dikolaborasikan dengan beberapa program strategis dari pemerintah nasional seperti MBG dan lainnya," tutur dia.