Proses Pembuatan Garam: Metode, Tahapan, dan Sumber Produksinya

YOGYAKARTA - Proses pembuatan garam berbeda di setiap wilayah karena bergantung pada kondisi geografis dan sumber bahan baku. Ada wilayah yang mengandalkan penguapan air laut, sementara wilayah lain memanfaatkan penambangan garam batu dari bawah tanah. Variasi ini membuat garam memiliki jenis, tekstur, dan tingkat kemurnian yang berbeda-beda.

Berikut akan dibahas proses pembuatan garam, mulai dari metode penguapan air laut, penambangan garam batu, hingga pembuatan garam melalui larutan. Anda juga akan mengetahui jenis garam yang dihasilkan dan bagaimana pengolahannya mempengaruhi rasa dan penggunaannya di berbagai industri.

Proses Pembuatan Garam

Dilansir dari Food Unfolded, secara umum, ada tiga metode utama dalam pembuatan garam, yaitu penguapan air laut, penambangan formasi garam di bawah tanah, dan pembuatan garam dari larutan. Setiap metode memiliki tahapan dan keunggulan masing-masing, berikut penjelasannya.

  1. Produksi Garam Laut

Produksi garam laut merupakan metode tertua yang memanfaatkan proses alami penguapan air laut. Sekitar 3,5 persen air laut adalah garam, sehingga ketika kolam dangkal dibiarkan menguap, kristal garam akan tertinggal dan dapat dipanen. Kristal ini kemudian dapat langsung dikemas atau diproses lebih lanjut melalui pencucian dan penyaringan.

Metode modern menggunakan kolam konsentrasi yang dirancang untuk mempercepat penguapan dengan bantuan sinar matahari dan angin. Air garam dialirkan ke kolam kristalisasi berukuran 20-400 hektar, di mana butiran garam akhirnya terbentuk. Kedalaman dan salinitas di kolam ini dikontrol dengan ketat untuk menghasilkan kristal garam berkualitas.

Teknik ini hanya efektif di daerah dengan curah hujan rendah, seperti wilayah Mediterania dan Australia. Dalam skala kecil, di beberapa wilayah, produksi garam laut masih dilakukan dengan teknik tradisional dan hanya pada musim tertentu.

  1. Garam Batu dan Proses Penambangannya

Garam batu terbentuk dari badan air purba yang telah mengering selama jutaan tahun. Garam ini ditemukan di bawah tanah atau di dalam pegunungan setelah melalui proses geologis panjang. Karena lokasinya jauh di dalam bumi, garam batu harus diambil melalui proses penambangan.

Metode penambangan kering dilakukan mirip seperti penambangan mineral lainnya, di mana mesin memotong lapisan garam menjadi blok besar sebelum dipecah menjadi serpihan kecil. Endapan garam besar seperti Tambang Garam Sifto di Kanada dapat menghasilkan hingga 7 juta ton garam per tahun.

Garam batu memiliki kemurnian yang bervariasi antara 92-98 persen, sehingga sebagian besar digunakan untuk kebutuhan industri dan pencairan es. Namun, beberapa jenis seperti Garam Merah Muda Himalaya memenuhi standar konsumsi dan digunakan sebagai garam dapur.

  1. Pembuatan Garam dari Larutan Garam (Brine)

Metode ini digunakan untuk menghasilkan garam meja berkualitas tinggi. Berbeda dengan meledakkan lapisan garam, air dipompa ke bawah tanah untuk melarutkan endapan garam, membentuk larutan garam pekat. Larutan ini kemudian dipompa kembali ke permukaan untuk menjalani proses pemurnian.

Di pabrik pemurnian, kotoran seperti magnesium dan kalsium disaring untuk menghasilkan natrium klorida murni. Setelah itu, air garam diuapkan hingga menghasilkan kristal garam putih yang kita kenal sebagai garam meja.

Metode ini dianggap efisien karena menghasilkan kristal seragam, mudah diperkaya dengan yodium, dan cocok untuk konsumsi rumah tangga.

Demikian pembahasan proses pembuatan garam, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!