Komisi X DPR Minta Pemerintah Evaluasi SOP MBG Usai Mobil SPPG Tabrak Siswa SD di Jakut
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait standar operasional prosedur (SOP) hingga kompetensi petugas distribusi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal itu disampaikan Lalu menanggapi insiden mobil pengangkut menu MBG yang 'nyelonong' masuk ke sekolah SDN Kalibaru 01 Pagi, Jakarta Utara (Jakut), dan menabrak belasan siswa serta guru pada Kamis, pagi.
"Saya mendorong evaluasi terhadap mekanisme pelaksanaan program MBG, terutama terkait standar operasional, pengawasan, serta kompetensi petugas distribusi," ujar Lalu kepada wartawan, Kamis, 11 Desember.
Lalu menegaskan, program sebesar dan sepenting MBG tidak boleh berjalan tanpa pengawasan yang ekstra dari pemerintah. Menurutnya, diperlukan pengawasan yang benar-benar matang demi memastikan keselamatan para peserta didik.
"Program sebesar dan sepenting ini tidak boleh berjalan tanpa memastikan keamanan maksimal bagi peserta didik," tegas Legislator PKB dari Dapil NTB II itu.
Lalu pun menyampaikan keprihatinan mendalam kepada seluruh siswa dan guru yang menjadi korban dari peristiwa tersebut. Ia mengingatkan bahwa keselamatan anak-anak dan guru di lingkungan sekolah adalah prioritas yang tidak dapat dinegosiasikan.
Menurutnya, insiden ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik Badan Gizi Nasional (BGN) dan kementerian/lembaga lain yang terkait.
"Kami meminta penyelidikan yang transparan dan tuntas agar jelas apakah terdapat kelalaian atau pelanggaran prosedur dalam proses distribusi," kata Lalu.
Baca juga:
- Rano Karno: 2 Korban Tertabrak Mobil MBG di SDN Kalibaru Cilincing Harus Dioperasi
- Wisatawan Masuk AS Bakal Diwajibkan Recap Medsos Pribadi 5 Tahun Terakhir
- Partai Sayap Kanan Jerman Mesra dengan Trump, Bakal Kunjungi Petinggi MAGA di AS
- Mobil Pengangkut MBG Tabrak Siswa di Halaman Sekolah, DPR Minta SPPG Tanggung Jawab
Lalu juga mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk bertanggung jawab penuh atas peristiwa tersebut. Ia menilai perbaikan sistem harus dilakukan dengan serius agar kejadian serupa tidak terulang dikemudian hari.
"Kami meminta pemerintah dan pihak terkait bertanggung jawab serta segera memperbaiki sistem agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah manapun," pungkasnya.
Diketahui, mobil pengantar menu MBG menabrak belasan siswa dan seorang guru saat nyelonong masuk ke halaman sekolah SDN Kalibaru 01 Pagi, Jakarta Utara (Jakut). Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB pagi tadi saat para murid tengah berdiri di lapangan.
Sopir mobil telah diamankan dan mengaku salah injak pedal hingga mobil masuk ke area sekolah dan menabrak pagar hingga murid-murid dan guru yang ada di lokasi. Sebanyak 20 orang terluka akibat kejadian itu, 19 di antaranya masih dirawat di dua rumah sakit berbeda.