WHO Ungkap Hampir 1,2 Juta Kematian Akibat Kecelakaan Setiap Tahun, Asia Jadi Sorotan

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan hampir 1,2 juta nyawa hilang akibat kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa peraturan keselamatan kendaraan sangat penting dalam mengurangi kematian di jalan dan cedera serius.

Namun, fakta di lapangan menyatakan bahwa kurang dari 20 persen Negara Anggota PBB memiliki undang-undang yang memenuhi semua bidang inti dari peraturan keselamatan kendaraan PBB.

Wilayah yang cukup disorot pada laporan WHO adalah negara-negara di Asia, khususnya ASEAN. Kendaraan usang atau tidak aman mendominasi pasar karena kontrol impor dan kerangka peraturan yang lemah, yang menempatkan lebih banyak nyawa dalam risiko.

Dengan demikian, WHO meminta pemerintah tiap negara untuk mengadopsi undang-undang untuk memenuhi standar keselamatan utama PBB. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan masyarakat dari kecelakaan lalu lintas.

“Ada lebih dari satu miliar kendaraan bermotor di jalan-jalan dunia saat ini, dan ini akan berlipat ganda dalam dekade hingga 2030,” kata Petugas Teknis Keselamatan dan Mobilitas WHO, Dr. Fangfang Luo, dikutip dari lama WHO, pada Rabu, 10 Desember 2025.

“Untuk menyelamatkan nyawa, pemerintah harus mengadopsi undang-undang yang memenuhi standar keselamatan utama PBB,” tambahnya.

Tak hanya itu, Luo juga menyampaikan bahwa standar legislatif harus diselaraskan dengan desain dan teknologi kendaraan. Hal ini dinilai dapat meningkatkan keamanan berkendara di seluruh dunia ke depannya.

“Kita membutuhkan standar legislatif yang diselaraskan untuk desain dan teknologi kendaraan untuk meningkatkan keamanan di seluruh dunia,” pungkas Fangfang Luo.