Menteri PKP Ungkap Konglomerat Sugianto 'Aguan' Kusuma Bakal Bantu Bangun Rumah Warga Terdampak Banjir Bandang Sumatera
JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia milik Sugianto Kusuma alias Aguan akan membangun 2.000 hunian bagi korban terdampak banjir dan tanah longsor Sumatera.
Hal itu disampaikan Ara saat ditemui wartawan usai melakukan rapat bersama Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas terkait Rancangan Keputusan Menteri tentang Batasan & Kriteria Rumah Subsidi dan Rumah Susun di kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Rabu, 10 Desember.
"Kami senang, ya, sudah ada komitmen dari Yayasan Buddha Tzu Chi (membangun) 2.000 (rumah) untuk membantu saudara-saudara kami di Sumatera," ujar Ara.
Ara bilang, nantinya hal tersebut akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. "Nanti bagaimana (kelanjutannya) saya akan laporkan kepada Bapak Presiden (Prabowo). (Intinya) kami sudah memulai gotong royong ini," imbuhnya.
Namun demikian, Ara tidak membeberkan kapan rencana pembangunan rumah itu dimulai dan berapa besaran anggarannya.
Adapun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merilis data terbaru pada Rabu, 10 Desember 2025, terkait banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera.
Baca juga:
Hingga Rabu 10 Desember, pukul 13.26 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 969 jiwa. Selain itu, 262 orang masih hilang dan sekitar 5.000 warga mengalami luka-luka.
BNPB melaporkan, sedikitnya ada 52 kabupaten dan kota dengan total sekitar 157.900 rumah mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Fasilitas umum, kesehatan, rumah ibadah, gedung perkantoran, jembatan dan fasilitas pendidikan turut terdampak cukup parah.
Melalui situs resminya, BNPB merinci kerusakan tersebut meliputi 1.200 fasilitas umum, 215 fasilitas kesehatan, 584 fasilitas pendidikan, 423 rumah ibadah, 287 gedung atau kantor serta 498 jembatan.