Contoh Majas Repetisi Paling Ampuh untuk Menghipnotis Pembaca!

YOGYAKARTA - Pernahkah Anda membaca sebuah kalimat yang diulang berkali-kali? Itulah kekuatan contoh majas repetisi. Majas ini sangat ampuh untuk menegaskan ide, menciptakan irama, dan mengikat perhatian pembaca sejak awal.

Majas repetisi adalah salah satu gaya bahasa paling efektif dalam sastra maupun komunikasi sehari-hari, yang bekerja dengan pengulangan kata atau frasa. Penasaran? Mari kita selami lebih dalam seluk-beluk serta variasi penggunaannya!

Disarikan dari Journal Language Education, Linguistics, and Culture, 3 (3) 2023, berikut ini VOI sajikan beberapa poin penting yang perlu Anda ketahui mengenai majas repetisi:

Definisi Majas Repetisi

Repetisi berasal dari bahasa Latin, repetitio yang berarti re: kembali lagi dan petere: mengarahkan. Sehingga, arti keseluruhan dari kata repetisi adalah pengulangan kembali.

Menurut (KBBI, 2020), repetisi adalah ulangan atau latihan, namun, dalam ilmu sastra, repetisi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata kunci di awal kalimat untuk mencapai efek tertentu.

Majas repetisi merupakan gaya bahasa yang mengungkapkan pengulangan kata, frasa, atau klausa yang sama untuk mempertegas makna dari kalimat atau wacana. Repetisi memang termasuk ke dalam majas penegasan, yaitu pengulangan seluruh kata atau bentuk lain yang memiliki arti kata yang sama.

Fungsi Utama dan Ciri Khas Repetisi

Repetisi bukan sekadar mengulang, namun di dalam pertuturan atau teks, repetisi berfungsi untuk memberikan penekanan terhadap unsur yang diulang. Makna dan acuan yang terkandung dalam kata pengulangan tersebut pun sama, yang menandakan bahwa keseluruhan makna yang terbentuk adalah sama.

Meskipun demikian, bentuk pengulangan kata yang disajikan dapat digunakan untuk menunjukkan kuantitas dan penegasan gagasan atau mungkin pula sekadar menambah nilai estetika.

Baca juga artikel yang membahas Cikal Bakal Artinya​? Begini Penjelasan dari Kacamata Ilmu Bahasa dan Contoh Kalimatnya.

Jenis Repetisi dan Contoh Majas Repetisi

Untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai, repetisi dapat dibedakan menjadi delapan macam. Nah, dengan mengenali variasi ini akan membuat tulisan Anda semakin kaya dan menarik:

  • Repetisi Epizeuksis (Pengulangan langsung berturut-turut)

Majas ini mengulang kata yang sama secara beruntun tanpa disela kata lain, biasanya untuk menunjukkan intensitas atau penekanan.

Contoh: "Dia berlari terus, terus, terus hingga ia mencapai garis akhir tanpa menoleh ke belakang."

  • Repetisi Tautotes (Pengulangan makna yang sama dalam kalimat berbeda)

Majas ini mengulang makna atau gagasan yang sama menggunakan kata-kata yang berbeda-beda, biasanya pada frasa atau klausa yang berdekatan.

Contoh: "Ayahku memang seorang pejuang sejati. Dia pantang menyerah, dia tak kenal lelah, dan dia selalu berjuang demi keluarga."

  • Repetisi Anafora (Pengulangan di awal kalimat)

Majas ini mengulang kata atau frasa yang sama di awal setiap klausa, kalimat, atau baris secara berurutan. Ini efektif untuk menciptakan irama yang kuat.

Contoh: "Kita tidak akan mundur. Kita tidak akan menyerah. Kita akan terus maju!"

  • Repetisi Epistrofa (Pengulangan di akhir kalimat)

Majas ini merupakan kebalikan dari Anafora, yaitu mengulang kata atau frasa yang sama di akhir setiap klausa atau kalimat.

Contoh: "Kita harus berjuang untuk keadilan. Kita harus bekerja untuk keadilan. Kita harus hidup demi keadilan."

  • Repetisi Simploke (Gabungan Anafora dan Epistrofa)

Majas ini mengulang kata/frasa di awal sekaligus di akhir kalimat/klausa. Contoh: "Jika kamu mencintai uang, uang akan membinasakanmu; jika kamu mencintai kekuasaan, kekuasaan akan membinasakanmu."

  • Repetisi Mesodiplosis (Pengulangan di tengah kalimat)

Majas ini mengulang kata atau frasa di tengah-tengah klausa atau kalimat yang berurutan.

Contoh: "Yang terpenting dalam hidup ini bukanlah kemenangan, yang utama dalam pertandingan ini bukanlah kemenangan, yang hakiki dari perjuangan ini bukanlah kemenangan."

  • Repetisi Epanalepsis (Pengulangan kata pertama di akhir)

Majas ini mengulang kata pertama dari sebuah kalimat sebagai kata terakhir di kalimat yang sama. Contoh: "Toni sudah dewasa, namun tingkahnya masih seperti Toni."

  • Repetisi Anadiplosis (Pengulangan kata terakhir di awal berikutnya)

Majas ini mengulang kata terakhir dari sebuah klausa atau kalimat sebagai kata pertama di klausa atau kalimat berikutnya.

Contoh: "Raja memimpin rakyat. Rakyat mencintai negeri. Negeri menjamin kehidupan. Kehidupan adalah hak."

Melalui penjelasan di artikel ini, tentunya Anda sudah memiliki pemahaman mendalam tentang contoh majas repetisi beserta 8 jenis variasi penggunaannya. Ayo menulis lebih giat lagi!