Uni Eropa Sepakati Tidak Ada Wajib Uji Teknis untuk Sepeda Motor
JAKARTA – Dewan Uni Eropa resmi menyetujui posisi bahwa sepeda motor tidak akan diwajibkan menjalani uji teknis berkala seperti kendaraan roda empat. Keputusan ini menjadi bagian dari paket regulasi baru mengenai uji kelayakan berkala, inspeksi pinggir jalan untuk kendaraan komersial, serta pengelolaan data registrasi kendaraan.
Menteri Transportasi Denmark yang juga memimpin presidensi Dewan Uni Eropa Thomas Danielsen, menyebut bahwa regulasi baru tersebut bertujuan memperbarui sistem pemeriksaan kendaraan tanpa menambah beban administratif yang tidak perlu. Ia menilai pendekatan ini menjaga keseimbangan antara kebutuhan keselamatan dan efisiensi birokrasi.
"Saya senang kita telah mencapai hasil yang positif dan sekarang kita memiliki pendekatan umum untuk kedua proposal dalam paket tersebut," ujarnya, dikutip dari Visordown, Jumat, 5 Desember.
Baca juga:
Dengan sikap resmi itu, Uni Eropa memastikan tidak ada perubahan frekuensi maupun cakupan uji teknis bagi sepeda motor. Artinya, wacana uji tahunan saat motor berusia sepuluh tahun maupun kewajiban pemeriksaan menyeluruh untuk seluruh motor tidak dimasukkan dalam aturan baru.
Keputusan tersebut disambut baik organisasi pengendara seperti Federation of European Motorcyclists’ Associations (FEMA) dan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). Keduanya berulang kali menegaskan bahwa cacat teknis hanya berkontribusi sebagian kecil dari total kecelakaan sepeda motor di Eropa.
Perwakilan FEMA Wim Taal, menuturkan bahwa pengendara motor merawat kendaraannya dengan baik karena keselamatan mereka bergantung pada kondisi motor yang prima. Ia menilai peningkatan kualitas infrastruktur, pendidikan keselamatan, dan kesadaran berkendara jauh lebih efektif daripada pemeriksaan wajib.
"Pengendara sepeda motor di Eropa merawat sepeda motor mereka karena hidup mereka bergantung padanya," kata Wim Taal.
Meski demikian, sikap Dewan Uni Eropa ini belum menjadi keputusan final. Selanjutnya, posisi tersebut akan dibahas bersama Parlemen Eropa dalam tahap negosiasi lanjutan yang akan menentukan aturan akhir mengenai uji teknis berkala di kawasan tersebut.