Kerja Sama RI-Anhui China Terus Berkembang, Wamenlu Tata Soroti Tiga Sektor Potensial

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menyambut baik perkembangan kerja sama Indonesia dengan Provinsi Anhui, China, menilai ada tiga sektor potensil untuk meningkatkan hubungan yang telah terjalin.

Berbicara dalam Indonesia Investment Business Forum: "Celebrating 75 Years of Indonesia–China Diplomatic Relations: Shaping the Future of Investment Cooperation" di Hefei, Anhui, China pekan lalu, Wamenlu RI menyambut baik keterlibatan perusahaan-perusahaan dari Anhui dalam kerja sama di berbagai bidang dengan Indonesia.

"Saya senang mendengar, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan-perusahaan dari Anhui telah meningkatkan keterlibatan dan minat mereka terhadap Indonesia, termasuk di bidang-bidang seperti manufaktur semen, pembangunan infrastruktur, transisi energi, serta kemitraan dengan Kalimantan Timur, termasuk pengembangan ibu kota baru kita, Nusantara," ujar Wamenlu RI, mengutip pidatonya dalam forum tersebut (3/12).

Wamenlu Tata, demikian sapaan akrabnya menilai, ke depan ada tiga sektor di mana Indonesia dan Provinsi Anhui dapat membangun kemitraan yang lebih kuat.

Pertama, kendaraan energi baru dan ekosistem baterai. Kedua, teknologi digital dan pengembangan AI. Ketiga, pertanian cerdas dan ketahanan pangan.

Merujuk pada perekonomian kedua negara yang dikatakannya saling melengkapi, Wamenlu Tata mengatakan, Anhui merupakan pusat utama manufaktur dan inovasi kendaraan listrik. Sementara, Indonesia sedang mengembangkan salah satu rantai pasokan baterai kendaraan listrik terlengkap di dunia, mulai dari pemrosesan nikel hingga produksi baterai.

"Bersama-sama, kita dapat membangun ekosistem kendaraan listrik regional yang kompetitif dan berkelanjutan, yang mendukung transisi hijau global," jelas Wamenlu RI, mengutip pidatonya dalam forum tersebut (3/12).

Berikutnya, Keunggulan Anhui dalam AI (kecerdasan buatan) dan riset dan pengembangan digital melengkapi posisi Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, kata Wamenlu RI.

Menurutnya, peluang untuk inovasi bersama dan pengembangan talenta digital kedua negara terbuka lebar, memberikan potensi manfaat yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan Tiongkok.

Sektor terakhir yang disorotinya yakni keunggulan Anhui dalam teknologi pertanian, pertanian cerdas dan pengolahan pangan.

Menurutnya, itu menjadi area-area yang kini menjadi prioritas Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan.

"Kerja sama ini akan sangat penting karena Pemerintah Indonesia telah memprioritaskan Program Makanan Bergizi Gratis. Program ini menyediakan makanan sehat bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil di seluruh nusantara," urai Wamenlu Tata.

"Program ini mengaktifkan rantai nilai baru, mendorong permintaan produksi pangan, dan menghadirkan peluang investasi substansial di bidang pertanian, logistik, dan pengolahan pangan," tandasnya.

Wamenlu Tata mengatakan, Anhui merupakan kawasan yang dikagumi karena pertumbuhannya yang dinamis, inovasi teknologi, dan kapabilitas industrinya yang kuat.

Ia pun mengapresiasi komitmen bersama seluruh pihak dari kedua negara yang memiliki komitmen bersama untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dengan Provinsi Anhui.