Geger! Jejak Dewi Astutik Si Ratu Narkoba Jaringan Golden Triangle Terbongkar

YOGYAKARTA - Penangkapan gembong narkoba oleh BNN dan tim gabungan di Kamboja menghebohkan publik. Mari kita telusuri dan bongkar tuntas jejak dewi astutik yang selama ini licin dan misterius.

Sosoknya dikenal sebagai aktor utama di balik penyelundupan sabu bernilai triliunan rupiah dari jaringan Golden Triangle. Disarikan dari Antaranews, VOI akan merinci rekam jejak kriminalnya dari awal hingga akhir.

Rekam Jejak Dewi Astutik

  • Profil dan Peran Sentral Dewi Astutik dalam Jaringan Narkoba Internasional

Dewi Astutik, yang juga dikenal dengan alias ‘Mami’, adalah aktor intelektual di balik penyelundupan besar-besaran narkotika. Menariknya, ia bukan sekadar kurir, melainkan otak utama jaringan internasional yang melibatkan Golden Triangle dan Golden Crescent.

Dewi sendiri bertanggung jawab atas penyelundupan dua ton sabu senilai fantastis, Rp 5 triliun, yang digagalkan pada Mei 2025.

  • Keterlibatan Jaringan Golden Triangle dan Fredy Pratama

Dalam pengendalian jaringannya, Dewi Astutik beraktivitas sebagai pengambil dan distributor berbagai jenis narkotika, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, yang ditujukan ke Asia Timur, Asia Tenggara, dan Afrika.

BNN sendiri telah menegaskan bahwa Dewi merupakan rekrutmen penting dalam jaringan perdagangan narkotika ini dan bahkan menjadi Buronan Aparat Penegak Hukum Korea Selatan.

Berdasarkan analisis mendalam juga ditemukan jika Dewi Astutik sebagai bagian tak terpisahkan dari jaringan gembong narkoba besar Indonesia, Fredy Pratama.

  • Akhir dari Dewi Astutik: Operasi Gabungan BNN, BAIS, dan Kepolisian Kamboja

Setelah pelarian lintas negara yang licin, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Kepala BNN RI, mengonfirmasi penangkapan Dewi Astutik oleh tim gabungan BNN, BAIS TNI, dan kepolisian setempat di Sihanoukville, Kamboja.

Operasi penangkapan ini mendapat dukungan penuh dari Atase Pertahanan RI dan BAIS TNI yang berperan vital dalam pemetaan pergerakan lintas negara.

Baca juga artikel yang membahas Mengenal Kampung Bali, Asal-usul dan Sejarah Kelamnya sebagai Sarang Narkoba

  • Peran Vital BAIS dan Diplomasi Negara

Kepala BNN menjelaskan, penangkapan dilakukan saat Dewi berada di dalam mobil Toyota Prius berwarna putih, usai keluar dari salah satu hotel di Sihanoukville. Operasi berlangsung cepat tanpa perlawanan dari pelaku.

Penangkapan buron internasional ini merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi antar instansi melalui diplomasi negara, mengingat kesulitan menangkap gembong yang terus berpindah antarnegara.

  • Berawal dari Pengungkapan Bea Cukai Soetta

Pengungkapan jejak dewi astutik ini diawali oleh pengungkapan kasus penyelundupan 2,3 kilogram narkotika (kokain dan heroin) oleh Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta (Soetta).

Temuan awal Bea Cukai ini menjadi kunci untuk menelusuri aktor intelektualnya, yang berujung pada penangkapan Dewi Astutik di luar negeri.

  • Pemulangan, Pemeriksaan Intensif, dan Pembongkaran Jaringan

Setelah diamankan di Kamboja, Dewi Astutik dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses interogasi dan verifikasi identitas, sebelum akhirnya dipulangkan ke tanah air melalui Bandara Soetta, Tangerang, Banten, pada Selasa sore.

  • Dewi Astutik Tertangkap Berhasil Selamatkan Jutaan Jiwa

Saat ini, Dewi Astutik akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan internasionalnya.

Selain itu, BNN menegaskan bahwa dengan penggagalan 2 ton sabu ini, sekitar 8 juta jiwa berhasil diselamatkan dari ancaman bahaya narkotika.

Dengan demikian, penangkapan Dewi Astutik alias Mami adalah kemenangan besar, namun BNN menegaskan penindakan tidak akan berhenti di sini. Aparat berkomitmen untuk melanjutkan pembongkaran seluruh struktur jaringan yang selama ini beroperasi secara masif dan terorganisir, demi memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

Penangkapan Dewi Astutik adalah prestasi besar BNN. Namun, penindakan tidak berhenti di sini. Aparat berkomitmen membongkar seluruh jejak dewi astutik dan jaringannya, menjamin Indonesia bebas narkoba.