Garuda Indonesia Terbangkan 20 Ton Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

JAKARTA - Garuda Indonesia Group mengerahkan seluruh lini operasional untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Lebih dari 20 ton logistik telah berhasil diterbangkan menuju Banda Aceh, Medan, dan Padang.

Penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut dilakukan melalui koordinasi terpadu bersama BUMN, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, serta unit operasional internal.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan menegaskan percepatan distribusi bantuan menjadi mandat strategis perusahaan sebagai flag carrier.

“Atas nama Garuda Indonesia Group, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Bersama Danantara, BUMN dan seluruh pemangku kepentingan terkait, kami memfokuskan seluruh sumber daya agar layanan udara dapat menjadi jalur distribusi bantuan yang cepat, aman, dan dapat diandalkan,” ujar Glenny dalam keterangan resmi, Selasa, 2 Desember.

Glenny bilang Citilink menjadi armada pertama yang bergerak cepat dengan mengangkut 9,4 ton bantuan menuju Lhokseumawe, Aceh, pada Senin, 1 Desember.

Dukungan berikutnya dilakukan Garuda Indonesia melalui penerbangan ke Kualanamu, Padang, dan Banda Aceh, dimulai dari GA-190 rute Jakarta–Kualanamu yang lepas landas pukul 16.35 WIB. Aero Jasa Cargo (AJC) turut memastikan rantai logistik berjalan tanpa hambatan.

“Secara kumulatif hingga 1 Desember, total 20,66 ton bantuan dari BUMN telah berhasil disalurkan Garuda Indonesia Group,” ujarnya.

Glenny menegaskan peran Garuda Indonesia dalam misi kemanusiaan ini tidak hanya sebatas pengangkutan. Tetapi, juga memiliki tanggung jawab strategis untuk mendukung percepatan penanggulangan bencana. 

“Kami pastikan seluruh bantuan tiba tepat waktu dengan standar keselamatan tertinggi,” tuturnya.

Di samping itu, Glenny bilang Garuda Indonesia Group terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain agar misi kemanusiaan ini berjalan efektif serta menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.