Gejala Awal Kanker Nasofaring dan Faktor Risikonya
YOGYAKARTA – Kanker nasofaring adalah penyakit yang sering dialami oleh orang dewasa usia 30 hingga 50 tahun. Kanker ini jarang terjadi namun saat pasien mengalami serangan ini, gejalanya kadang dianggap remeh. Gejala awal kanker nosafaring juga cukup beragam misalnya hidung tersumbat atau dengung di telinga. Simak artikel berikut ini untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.
Gejala Awal Kanker Nasofaring
Perlu diketahui, jaringan nasofaring adalah bagian dari tenggorokan. Lokasinya ada di langit-langit rongga mulut dan belakang rongga hidung. Kanker nasofaring dianggap sebagai salah satu yang terganas bersama dengan kanker lain yaitu kanker ganas serviks uteri, kanker payudara, kanker getah bening, dan kanker kulit.
Tidak hanya ganas, di makalah berjudul Gambaran Klinis dan Faktor Risiko Penderita Kanker Nasofaring Proceeding yang terbit pada Proceeding 1st SETIABUDI – CIHAMS 2020 (Nuha Khoirunnisa Arohmah, dkk) dijelaskan bahwa kanker nasofaring sulit dideteksi karena lokasinya cukup tersembunyi.
Seringkali pasien pengidap kanker ini terlambat mengetahui serangan kanker ini sehingga pertolongan medis jadi sulit dilakukan. untuk itu masyarakat perlu memahami apa saja gejala awal kanker nasofaring yakni sebagai berikut.
- Benjolan di leher
- Obstruksi hidung
- Kesulitan membuka mulut
- Mimisan (epistaksis)
- Hidung tersumbat
- Sakit tenggorokan
- Nyeri atau kebas pada wajah
- Sakit kepala
- Penglihatan kabur atau ganda (diplopia)
- Tuli, telinga berdenging, atau rasa penuh di telinga
- Infeksi telinga berulang
Faktor yang Memperbesar Risiko Kanker Nasofaring
Risiko serangan kanker nasofaring bisa lebih besar pada individu yang memiliki beberapa kondisi yakni sebagai berikut.
- Infeksi Virus Epstein Barr (EBV)
EBV adalah virus yang termasuk dalam keluarga herpesvirus dan dapat memicu banyak penyakit, salah satunya kanker nasofaring. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas kasus kanker nasofaring di daerah dengan tingkat kejadian tinggi (seperti di Asia Tenggara) berhubungan dengan infeksi EBV. EBV mampu memicu perubahan dalam sel epitel nasofaring yang mengarah pada perkembangan tumor.
- Cemaran lingkungan
Lingkungan yang tercemar ikut memperbesar risiko terserangnya kanker nasofaring, khususnya pada cemaran berikut ini.
Baca juga:
- Andi Rianto dan Anggi Marito Sajikan Ulang “Selama Ku Bernafas” Jadi Lebih Bermakna
- Eksklusif Celine Evangelista: Antara Tanggung Jawab Profesional dan Panggilan Hati
- Budaya Kerja Sehat yang Bikin Karyawan Betah dan Semakin Produktif
- Ahli Sebut Stres Selama Kehamilan Berkaitan dengan Risiko Epilepsi Lebih Tinggi pada Anak
- Paparan karsinogen yakni paparan terhadap bahan kimia karsinogenik seperti formaldehida, yang ditemukan dalam asap kayu, debu kayu, dan rokok, meningkatkan risiko kanker nasofaring.
- Debu kayu ikut andil memperbesar risiko kanker nasofaring, terutama jika paparan dalam jangka waktu lama. Debu kayu dapat memicu iritasi dan inflamasi pada epitel nasofaring, yang dapat berkontribusi pada kanker.
- Penggunaan obat nyamuk bakar juga jadi faktor pemicu kanker. Seperti diketahui, obat nyamuk mengandung bahan karsinogenik seperti formaldehida dan asetaldehida yang dapat mengiritasi saluran pernapasan bagian atas.
- Faktor makanan
Ada beberapa makanan yang dapat memperbesar risiko kanker nasofaring yakni ikan asin mengandung nitrosamin, daging dan sayuran asin karena mengandung pengawet, dan daging asap yang di dalamnya terkandung formaldehida yakni zat karsinogen yang merusak sel-sel tubuh.
Itulah informasi terkait gejala awal kanker nasofaring. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.