Dari Film ke Teater, Hana Malasan dan Glory Hillary Ungkap Perbedaan Energi di Atas Panggung

JAKARTA - Bagi para aktris yang terbiasa berakting di depan kamera, panggung teater melalui pertunjukkan Monoplay Melati Pertiwi: Merajut Jejak Sejarah Perjalanan Bangsa menawarkan sebuah pengalaman yang sama sekali berbeda.

Hana Malasan dan Glory Hillary, yang melakoni debut teater mereka, merasakan langsung perbedaan energi yang luar biasa.

Hana Malasan, yang memerankan Ratu Kalinyamat, mengungkapkan bahwa di panggung teater tidak ada kesempatan untuk mengulang adegan. Semua energi harus dikerahkan dalam satu kali pertunjukan.

"Kalau di film bisa take 1, take 2. Tapi kalau di sini gimana caranya kita bisa mengumpulkan energi sebesar itu untuk bisa disampaikan ke semua penontonnya dalam satu take," jelas Hana di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa, 25 November.

Ia juga menyoroti perbedaan teknis akting yang signifikan. Gestur dan vokal di panggung teater harus jauh lebih besar agar bisa tersampaikan hingga ke penonton di barisan paling belakang.

"Di sini perubahan itu yang cukup adaptasinya cukup lama buat saya," akunya. Ketegangan yang ia rasakan bahkan melebihi rasa gugup saat syuting film hari pertama.

Sementara itu, Glory Hillary yang memerankan Christina Martha Tiahahu, menyoroti tantangan dalam menghafal naskah. Menurutnya, hafalan untuk teater jauh lebih menuntut dibandingkan untuk film.

Pengalaman pertama ini menjadi pembelajaran berharga bagi keduanya. Mereka berhasil membuktikan kemampuannya untuk beradaptasi dan memberikan penampilan memukau di medium seni yang berbeda.