Gus Yahya Didesak Mundur, PKB Ogah Ikut Campur Masalah di PBNU
JAKARTA - Pimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ogah ikut campur soal kemelut internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) usai nama KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), sempat ditekan untuk mengundurkan diri sebagai ketua umum.
"Itu di PBNU, kita (PKB) nggak ikut-ikutan," ujar Wakil Ketua Umum PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 25 November.
Cucun juga enggan berkomentar terkait munculnya desakan terhadap Gus Yahya. Apakah karena telah mengundang pembicara pro-Israel, atau perebutan konsesi tambang.
"Nggak, kita enggak ikut-ikutan, nggak boleh anak ikut isu orang tua, urusan orang tua," katanya.
Wakil Ketua DPR RI itu menegaskan, dirinya secara pribadi tidak tahu menahu tentang kisruh yang ada di internal PBNU.
"Kita nggak paham, biarkan itu selesai di rumah tangga orang tua sendiri, PBNU, ya okeh," pungkasnya.
Sebelumnya, ramai di sosial media bahwa PBNU tengah berseteru secara internal dengan menyebut nama ketua umumnya, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), ditekan untuk mengundurkan diri karena telah mengundang pembicara pro-Israel.
Dikutip dari akun X @abunasor_ penjegalan Ketum PBNU juga menyinggung soal tambang, faksi-faksi, hingga nama tokoh PBNU yang juga Menteri Sosial Gus Ipul.
Baca juga:
“Penolakan Gus Yahya terhadap rencana konsesi tambang untuk PBNU menjadi titik awal ia berhadapan dengan jaringan kiai yang dekat dengan satu partai politik. Dari situlah faksi tandingan terbentuk,” tulis akun itu.
Kabar terbaru, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Said Asrori menyatakan para kiai telah menyepakati tidak ada pemakzulan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam silaturahim alim ulama yang digelar di Gedung PBNU, Jakarta, Minggu malam.
"Kami para kiai telah sepakat kepengurusan PBNU harus selesai sampai satu periode, yang muktamarnya kurang lebih satu tahun lagi. Semuanya tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri, kami sepakat begitu. Semua 100 persen ini," kata Ahmad Said.
Dalam silaturahim ulama tersebut, sedikitnya 50 kiai juga mengusulkan agar ada pertemuan yang lebih besar di antara para alim ulama untuk membahas polemik yang ada dalam PBNU.
"Semua mengusulkan agar ada silaturahim yang lebih besar di antara para alim, para kiai dalam rangka islahul (perbaikan)," katanya.