PT Freeport Indonesia Mulai Produksi di Tambang DMLZ dan Big Goosan

JAKARTA - Freeport McMoran melaporkn jika PT Freeport Indonesia telah mulai melakukan kegiatan produksi dari tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone dan Big Gossan yang tidak terdampak pada akhir Oktober 2025.

Presiden dan Chief Executive Officer Freeport McMoran, Kathleen Quirk dalam keterangannya mengatakan, kegiatan pemulihan juga terus dilakukan untuk mempersiapkan dimulainya kembali secara bertahap dan peningkatan produksi dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave yang direncanakan mulai kuartal kedua 2026.

“Tim kami berkomitmen untuk memulihkan produksi berskala besar dan berbiaya rendah di Grasberg dengan cara yang aman, efisien, dan bertanggung jawab," ujarnya dalam keterangan kepada media, dikutip Sabtu, 22 November.

Ia juga memastikan Freeport telah mengintegrasikan pembelajaran dari insiden tragis yang baru-baru ini terjadi ke dalam rencana masa depan perseroan. Freeport, kata dia, jugasedang menerapkan berbagai inisiatif untuk mengatasi kondisi yang menyebabkan insiden tersebut.

"Kami akan terus memprioritaskan keselamatan di atas segalanya saat memulihkan operasi dan bekerja memberikan manfaat bagi banyak pemangku kepentingan kami," sambung dia.

Berdasarkan rencana pemulihan dan peningkatan bertahap, Freeport memperkirakan produksi tembaga dan emas PTFI dari distrik mineral Grasberg pada tahun 2026 akan serupa dengan perkiraan volume tahun 2025, yaitu sekitar 1,0 miliar pon tembaga dan 0,9 juta ons emas.

Freeport memperkirakan produksi PTFI akan meningkat sepanjang tahun 2026 dan 2027 dengan produksi tahunan rata-rata sekitar 1,6 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas untuk periode tiga tahun 2027-2029.