JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan jika PT Freeport Indonesia telah mengajukan pembukan operasional atas tambang Big Goosan dan tambang Deep Mile Level Zone (DMLZ) setelah longsor tambang bawah tanah di Grassberg Block Cave (GBC) dan menghentikan operasionalnya.
Asa tahu saja, area tambang PTFI terdiri dari lokasi yakni DMLZ, GBC dan Big Goosan.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Tri Winarno mengatakan pihaknya baru menerima proposal agar kedua tambang tersebut dioperasikan kembali karena kedua lokasi tersebut tidak terdampak.
"Sementara mereka mau propose, itu kan gak ada pengaruh dari situ, ya, Mau propose untuk produksi di situ" ujarnya kepada awak media di Minahasa, Kamis, 30 Oktober
Dikatakan Tri, izin operasional tersebut bisa diberikan tersebut bisa diberikan oleh Kementerian ESDM sebab tak terdapat permasalahan di kedua tambang tersebut.
“Kalau misalnya di daerah yang tidak ada pengaruh kan, masa gak kita kasih?,” ungkap Tri.
Tri menambahkan, Freeport masih melakukan evaluasi pasca insiden longsoran material basah (wet mud) yang terjadi di tambang bawah tanah GBC. Untuk itu Kementerian ESDM masih belum memperbolehklan tambang tersebut beroperasi kembali.
“Kalau perbaikan ya oke. Tapi yakinkan kami bahwa tidak akan terjadi kejadian yang serupa di situ,” tegas dia.
Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan dirinya juga telah berkomunikasi dengan Presiden Diretur PT Feeport Indonesia, Tony Wenas terkait waktu yang tepat untuk kembali melakukan kegiatan produksi tambang.
Bahlil menyebut, proses perbaikan tambang bawah tanah akan dimulai pada bulan depan. Namun akan diawali dengan audit total agar kejadian serup tidak terulang di kemudian hari.
BACA JUGA:
"Sudah bisa kita memulai produksinya, tapi saya katakan kita audit total dulu. Insyaallah dalam bulan depan sudah ada tanda-tanda perbaikan," tandas Bahlil.
Sebelumnya, Freeport-McMoRan Inc (FCX) mengungkapkan operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) baru akan kembali normal pada tahun 2027. Hal ini merupakan imbas atas insiden longsor yang terjadi sejak 8 September 2025 yang lalu.
"Target kembali ke tingkat produksi sebelum insiden pada tahun 2027," tulis Manajemen McMoRan dikutip Kamis, 25 September.
Manajemen menyebut, insiden terjadi di blok produksi PB1C namun merusak merusak infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung area produksi lain.
"PTFI sedang mengevaluasi dampak insiden terhadap rencana produksi. Proyeksi produksi akan disesuaikan dengan jadwal perbaikan yang diperlukan serta tahapan restart dan peningkatan produksi," lanjut manajemen.