Perilaku Bayi Down Syndrome yang Wajib Kita Ketahui
YOGYAKARTA - Dalam beberapa hal, perilaku bayi down syndrome sama seperti anak-anak yang lain. Mereka mempunyai suasana hati dan emosi yang sama, suka mempelajari hal-hal yang baru, bermain, dan menikmati hidup.
Dikutip dari Center for Disease Control and Prevention, down syndrome adalah sebuah kondisi di mana seseorang mempunyai kromosom ekstra.
Kromosom dapat disebut sebagai "paket" kecil gen di dalam tubuh. Hal inilah yang menentukan bentuk tubuh bayi selama kehamilan dan bagaimana fungsi tubuh bayi saat tumbuh di dalam rahim dan setelah lahir.
Umumnya, seorang bayi lahir dengan 46 kromosom. Bayi dengan down syndrome mempunyai salinan ekstra dari salah satu kromosom ini, kromosom 21.
Istilah medis untuk memiliki salinan ekstra dari sebuah kromosom yaitu 'trisomi.' Sindrom Down juga disebut sebagai Trisomi 21.
Salinan tambahan ini mengubah cara kerja bayi ataupun perilaku bayi down syndome. Tubuh dan otak berkembang, yang dapat menyebabkan tantangan mental dan fisik bagi bayi.
Perilaku Bayi Down Syndrome
Penanganan di awal sering kali membantu bayi dan anak-anak dengan down syndrome untuk meningkatkan kemampuan fisik dan intelektual mereka.
Lantas, perilaku bayi down syndrome seperti apa yang harus kita perhatikan? Simak ulasannya di bawah ini.
Kesulitan saat Menyusui
Belajar menyusui atau mengisap botol mungkin memerlukan waktu lebih lama bagi bayi untuk belajar. Menyusui tentunya baik untuk semua bayi, termasuk bayi yang mengalami sindrom Down.
Dokter, perawat, terapis menyusui, atau ibu lain yang mempunyai bayi dengan down syndrome akan memberikan tips dan pelatihan khusus.
Dilansir dari Healthy, ketika lahir, bayi dengan down syndrome sebenarnya memiliki ukuran yang sama dengan bayi lain, tetapi mereka memiliki kecenderungan tumbuh lebih lambat. Mereka mungkin terlihat lemas dan kesulitan mengangkat kepala, tetapi biasanya hal ini berangsur lebih baik.
Otot yang rendah juga dapat berarti bayi mengalami kesulitan mengisap dan menyusu, yang dapat berpengaruh terhadap berat badannya.
Kesulitan Mengendalikan Impuls
Gangguan kognitif, masalah dalam berpikir dan belajar, biasanya terjadi pada bayi ataupun anak down syndrome dan umumnya berkisar dari ringan hingga sedang.
Perkembangan Fisik Terlambat
Perkembangan fisik pada anak-anak dengan sindrom Down seringkali lebih lambat dibandingkan perkembangan anak-anak tanpa sindrom Down.
Contohnya, karena tonus otot yang buruk, anak dengan down syndrome mungkin lambat belajar membalik, duduk, berdiri, dan berjalan.
Terlepas dari penundaan ini, perilaku bayi down syndrome dapat tetap melakukan proses belajar serta berpartisipasi dalam aktivitas latihan fisik seperti anak-anak lainnya.
Namun, mungkin diperlukan waktu yang lebih lama bagi bayi down syndrome dibandingkan anak-anak lain untuk mencapai tonggak perkembangan.
Waktu Reaksi Lebih Lambat
Ketika remaja dan dewasa, seseorang dengan down syndrome diminta untuk melakukan tugas motorik dalam situasi eksperimental. Misalnya mengetuk tombol kanan saat lampu merah menyala atau mengetuk tombol kiri saat tombol hijau menyala, waktu reaksi mereka menjadi lebih lambat dibandingkan dengan usia mental mereka.
Lebih Banyak Kesulitan dengan Keseimbangan dan Kekuatan
Sejumlah penelitian misalnya dari Ben Sacks, and Sue Buckley menyimpulkan bahwa keseimbangan adalah kesulitan tertentu dan terus menjadi kelemahan di masa remaja.
Hal ini mungkin menjelaskan mengapa banyak anak muda dengan down syndrome merasa kesulitan untuk mengendarai sepeda.
Anak-anak dengan down syndrome bisa jadi membutuhkan lebih banyak olahraga untuk mencapai tingkat kekuatan yang sama dengan anak yang lain.
Waktu Pergerakan Lebih Lambat
Hampir semua bayi yang dilahirkan dengan down syndrome menjadi penyandang disabilitas intelektual, tetapi tingkat gangguannya akan sangat bervariasi.
Meskipun cacat, kebanyakan bayi dengan down syndrome mampu mempelajari tugas-tugas dasar, mereka hanya memerlukan waktu yang sedikit lebih lama.
Beberapa penelitian juga menyimpulkan waktu yang lebih lambat (dibandingkan dengan kontrol usia mental yang cocok) untuk komponen gerakan tugas serta waktu reaksi.
Kesulitan Berkomunikasi
Ketika orang tidak mampu mengekspresikan diri mereka sendiri atau memahami orang lain dengan mudah, mereka akan menjadi frustrasi.
Sehingga, berimbas pada perilaku bayi down syndrome yang seringkali mengalami kesulitan ini.
Sebaiknya pertimbangkan apa yang ingin dikomunikasikan bayi kepada Anda melalui perilakunya.
Ajari mereka cara berkomunikasi yang lebih baik, contohnya isyarat atau tanda lainnya, cara-cara yang tidak terlalu agresif untuk mengungkapkan kemarahan dan lainnya.
Demikianlah ulasan mengenai perilaku bayi down syndrome yang dapat diketahui. Semoga bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.