Serapan Anggaran Kementerian PU masih Jauh dari Target, Ini Kata Wamen Diana Kusumastuti
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya agar serapan anggaran untuk Tahun Anggaran (TA) 2025 bisa mencapai 96,77 persen hingga akhir tahun ini.
Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti bilang, pihaknya terus berupaya agar anggaran yang dimiliki bisa terserap seperti yang ditargetkan. Hingga saat ini, kata dia, serapan anggaran Kementerian PU telah mencapai 60 persen.
"Kalau serapan anggaran, kami masih berupaya. Sekarang PU, kan, sudah 60 persen, kemarin itu sudah 60 persen. Ini kami masih ada yang harus dilakukan, hari ini nanti ada beberapa tandatangan kontrak," ujar Diana saat menjawab pertanyaan VOI usai menghadiri rangkaian Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, Jumat, 21 November.
Meski begitu, Diana enggan membeberkan proyek-proyek apa saja yang akan ditandatangani pada hari ini. Namun, dia meyakini serapan anggaran Kementerian PU bisa mencapai 96,77 persen pada akhir tahun nanti.
"Dan nanti insyaallah (serapan anggaran) sesuai prognosis kami 96,77 persen bisa tercapai," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan, realisasi anggaran untuk Tahun Anggaran (TA) 2025 baru mencapai 56,53 persen hingga November 2025. Padahal, Kementerian PU sebelumnya menargetkan serapan TA 2025 mencapai 89,03 persen pada akhir 2025.
"Adapun realisasi anggaran per pagi ini, 17 November 2025 jam 08.00 pagi progres fisik mencapai 61,54 persen, sedangkan progres keuangan mencapai 59,06 persen atau terserap sebesar Rp64,86 triliun dari total anggaran Rp109,81 triliun," ujar Dody dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 17 November.
Baca juga:
Secara lebih rinci, anggaran tersebut mencakup Sekretariat Jenderal yang sudah terserap sebesar 71,96 persen; Inspektorat Jenderal 71,44 persen; Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air 57,9 persen; Ditjen Bina Marga sebesar 65 persen; Ditjen Cipta Karya sebesar 61,7 persen; Ditjen Prasarana Strategis 19,98 persen; Ditjen Bina Konstruksi 72,61 persen; Ditjen Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) 68,57 persen; Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) 52,55 persen dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) sebesar 76,19 persen.
Menurut Dody, adanya penambahan anggaran untuk pelaksanaan pembangunan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) pada semester II-2025 mempengaruhi capaian realisasi anggaran. Namun, pihaknya optimistis dapat mengejar realisasi anggaran tersebut hingga Desember 2025.
"Dapat kami laporkan penambahan anggaran untuk pelaksanaan Inpres pada semester II turut mempengaruhi capaian realisasi keuangan. Meskipun demikian, kami masih optimistis prognosis keuangan Kementerian PU diproyeksikan mencapai 96,77 persen pada akhir tahun," katanya.