Ponsel AI Makin Murah, Counterpoint Prediksi Harga Mulai Rp1,6 Juta di 2028

JAKARTA - Tren adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) pada smartphone terus meningkat di Indonesia, seiring minat masyarakat terhadap perangkat berkemampuan AI dan jaringan 5G yang makin terjangkau.

Bahkan, Counterpoint Research juga memprediksi bila fitur AI generatif bakal hadir pada smartphone dengan harga di bawah 100 dolar AS (Rp1,67 juta) setidaknya di tahun 2028 mendatang. 

Senior Analyst Counterpoint Research, Ridwan Kusuma menjelaskan bahwa salah satu pendorong utamanya adalah perkembangan cloud AI, yang memungkinkan pemrosesan AI tak harus sepenuhnya dibebankan kepada kemampuan komputasi smartphone. 

Lebih menarik lagi, hasil survei global Counterpoint tersebut menunjukkan bahwa negara berkembang menjadi yang pasar yang paling antusias dalam mengadopsi Gen AI di smartphone. 

“Indonesia dan Thailand termasuk pasar yang paling terbuka dan cepat mengadopsi fitur Gen AI,” ungkap Ridwan di sesi diskusi dalam perhelatan Indonesia Gadget Award 2025 beberapa waktu lalu.

Counterpoint mencatat pasar smartphone Indonesia tumbuh sekitar 12% pada kuartal III-2024, didorong oleh adopsi Gen AI, meluasnya pilihan perangkat 5G terjangkau, serta meningkatnya indeks kepercayaan konsumen.

Pada Q3 2025, Samsung kembali memimpin pasar dengan pangsa 20%, disusul Xiaomi (17%), OPPO (16%), vivo (14%), dan Infinix (12%). 

Infinix disebut sebagai pemain paling agresif berkat pertumbuhan mencapai 45% (YoY). Sementara penetrasi smartphone 5G di Indonesia stabil di angka 35%, berkat ekspansi kuat di segmen menengah.