Edan! BNN Ungkap di Pasar Sukadamai Bangka Selatan Sabu Dijual Seperti Kacang Goreng
PANGKALPINANG - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Eko Kristianto mengungkapkan, praktik jual beli narkoba di Pasar Sukadamai, Kabupaten Bangka Selatan, telah berlangsung secara terbuka dan nyaris tanpa rasa takut.
“Pengedar di pasar ini menjual sabu di atas lapak dilengkapi timbangan, sudah seperti menjual kacang goreng,” ujar Eko di Pangkalpinang, Antara, Selasa, 11 November.
Ia menjelaskan, para pengedar membuka lapak penjualan narkoba di dalam area pasar dan bertransaksi secara terang-terangan. Kondisi itu menimbulkan keresahan di kalangan warga dan pengunjung pasar.
“Ada beberapa titik lapak-lapak penjualan narkoba, dan aktivitas ini sudah berlangsung cukup lama,” katanya.
Menurut Eko, salah satu alasan aparat belum melakukan penggerebekan lebih awal karena jaringan pengedar di pasar tersebut terorganisasi dan memiliki sistem keamanan canggih. Jalan-jalan menuju lokasi dilengkapi kamera pengawas (CCTV) yang memantau pergerakan aparat.
“Isunya luar biasa. Ada informasi keberadaan senjata api, adanya beking, dan sistem pengawasan berlapis dengan CCTV. Mereka bisa memantau setiap upaya aparat yang masuk ke kawasan pasar,” ungkapnya.
Namun, situasi itu berhasil ditembus. Dalam penggerebekan pada Senin (10/11), tim gabungan BNNP Kepulauan Bangka Belitung bersama Polda, Polres, dan Polair berhasil mengamankan 11 orang yang diduga pengedar dan pengguna, serta barang bukti sabu seberat 19,30 gram.
“Selama ini aparat sulit menembus kawasan itu karena keterbatasan personel. Tapi berkat bantuan tim gabungan, akhirnya kami berhasil membongkar peredaran sabu di pasar ini,” kata Eko.
Baca juga:
Ia menegaskan, BNN akan terus memperkuat operasi dan koordinasi lintas lembaga untuk memutus jaringan narkoba di Bangka Belitung, terutama yang telah menyusup hingga ke pusat-pusat aktivitas masyarakat seperti pasar tradisional.