7 Tarian Daerah Banten Beserta Pengertian dan Maknanya
YOGYAKARTA – Banten memiliki tarian daerah yang cukup beragam. Tarian tersebut hasil dari tradisi masyarakat yang masih dilestarikan sampai sekarang. Setiap tarian yang dilakukan punya sejarah dan makna yang berbeda-beda. Artikel ini akan menjelaskan apa saja tarian daerah Banten yang masih lestari sampai sekarang.
Tarian Daerah Banten
Harus diakui bahwa tarian khas Banten dipengaruhi oleh kebudayaan Islam yang kemudia disesuaikan dengan tradisi lokal. Sebagai contoh tari merak Banten menggabungkan unsur spiritual serta melambangkan keanekaragaman hayati yang ada di daerah tersebut. Berikut ini contoh tarian dari Banten yang masih lestari sampai sekarang.
- Tari Katuran
Tarian Katuran Banten adalah salah satu seni tradisi yang dipertunjukan dalam upacara penyambutan tamu atau di berbagai acara penting. Biasanya tarian ini dilakukan secara berkelompok dengan jumlah penari sebanyak 5 hingga 7 orang. Sedangkan kostum yang dikenakan biasanya berwarna-warna cerah.
- Tarian Maler Bedug Banten
Tari Maler Bedug adalah pengembangan dari Rampak Bedug. Tarian ini mengombinasikan berbagai elemen seperti tabuhan bedug, gerakan silat, serta koreografi tari. Biasanya tarian ini dipertunjukan saat penyambutan tamu, pembukaan acara penting, atau festival budaya dan sosial.
- Tari Cokek Banten
Pertunjukan tari cokek banyak ditemukan di wilayah Tangerang. Pada dasarnya tari cokek berasal dari tradisi Betawi yang kemudian berkembang di Tangerang. Biasanya dipentaskan saat upacara adat atau perayaan lain. Tarian ini mengombinasikan berbagai budaya khususnya Tionghoa dan Sunda. Makna tari cokek adalah menggambarkan dinamika sosial dan hubungan manusia dengan lingkungan.
- Tarian Dzikir Saman
Tari dzikir saman berasal dari Pandeglang, Banten. Biasanya dilakukan dalam satu kelompok besar dengan isi 26 hingga 46 penari. Dalam sejarahnya, tarian dzikir saman dimaksudkan untuk menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun saat ini pertunjukannya sering dilakukan di acara-acara lain.
- Tarian Bendrong Lesung
Berasal dari Banten, tarian ini berasal dari kalangan petani. Nama "Bendrong Lesung" sendiri merujuk pada lesung, alat tradisional yang digunakan untuk menumbuk padi. Sedangkan bendrong merujuk pada gerakan atau irama dari tarian tersebut.
Baca juga:
- Deteksi Dini Jadi Kunci Menghadapi Beban Ganda Penyakit di Indonesia
- Eksklusif Celine Evangelista: Antara Tanggung Jawab Profesional dan Panggilan Hati
- Budaya Kerja Sehat yang Bikin Karyawan Betah dan Semakin Produktif
- Ahli Sebut Stres Selama Kehamilan Berkaitan dengan Risiko Epilepsi Lebih Tinggi pada Anak
- Tari Ngebaksakeun
Tari Ngebaksakeun adalah tari tradisional yang menyimbolkan perjuangan seseorang dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan. Filosofi tarian tersebut juga terlihat dalam gerakannya yang berat, lambat, seolah penuh beban dan rasa lelah. Kesan tersebut akan semakin terasa karena irama musiknya cenderung lambat dan penuh perasaan, yang sejalan dengan gerakan yang menunjukkan kesulitan dan perjuangan.
- Tarian Katuran
Tarian ini sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Tujuan tarian ini adalah untuk memohon keselamatan dan keberkahan. Nuansa keislamannya sangat terasa terlebih dari sisi kostum penari. Tarian katuran biasa dipertontonkan dalam upacara-upacara keagamaan seperti syukuran, perayaan hari besar Islam.
Itulah beberapa tarian daerah Banten. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.