Rudal Patriot dan Ratusan Personel Militer AS dari Timur Tengah Kembali ke Korea Selatan
JAKARTA - Baterai pertahanan rudal Patriot beserta ratusan personel militer Amerika Serikat kembali ke Korea Selatan setelah ditempatkan di Timur Tengah, menurut militer AS.
Komando Militer AS di Korea Selatan (USFK) mengatakan, pasukan dari Batalyon ke-2, Resimen Artileri Pertahanan Udara ke-1 telah tiba kembali di Negeri Ginseng setelah penugasan mereka ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (US CENTCOM), tempat mereka ditempatkan sejak Maret.
"Sekitar 500 personel dan unit artileri setingkat batalion kembali pada 30 Oktober," kata seorang pejabat USFK, melansir Anadolu dari Yonhap 6 November.
Pada Bulan Agustus, Komandan USFK Jenderal Xavier Brunson mengatakan baterai Patriot yang sebelumnya ditempatkan di Timur Tengah akan kembali ke Korea Selatan untuk menerima peningkatan peralatan terbaru.
Korea Selatan adalah salah satu sekutu militer terlama Washington dan menampung lebih dari 28.500 tentara AS, beserta baterai rudal Patriot dan sistem pertahanan lainnya.
Baca juga:
- PBB Luncurkan Kampanye Kesehatan Terpadu untuk 44.000 Anak di Jalur Gaza
- Taiwan Harus Diizinkan Berpartisipasi Secara Setara saat Tiongkok Menjadi Tuan Rumah
- Pelaku UMKM Ingin Zohran Mamdani Fokus pada Program Alih-alih Konfrontasi dengan Presiden Trump
- Sekjen Rutte Klaim Aliansi NATO Tidak Terkalahkan
Militer Korea Selatan saat ini mengoperasikan sistem rudal permukaan-ke-udara jarak menengah produksi dalam negeri dan sistem Patriot Advanced Capability-3 AS, yang mampu mencegat rudal pada ketinggian lebih rendah daripada L-SAM.
Untuk ancaman di ketinggian yang lebih tinggi, Korea Selatan mengandalkan sistem Terminal High Altitude Area Defense (TAR) yang dioperasikan USFK, yang menyediakan intersepsi tingkat tinggi pada ketinggian 40-150 kilometer.