Prabowo Tegaskan Tak Dikendalikan Jokowi: Saya Hopeng Sama Beliau, Bukan Takut
JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak berada di bawah kendali Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam menjalankan berbagai kebijakan pemerintahan.
Dalam sambutannya saat meresmikan pabrik petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis, Prabowo menepis anggapan bahwa keputusan pemerintahannya dipengaruhi oleh Jokowi.
“Saya bukan Prabowo takut sama Jokowi, Prabowo masih dikendalikan oleh Pak Jokowi — enggak ada itu,” tegasnya.
Prabowo menilai narasi yang menyebut dirinya masih berada di bawah bayang-bayang Jokowi adalah hal yang tidak berdasar. Ia menuturkan bahwa kehadiran Jokowi di acara peresmian pabrik tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada pemimpin terdahulu, bukan karena tekanan politik.
“Saya lihat kok ada mulai budaya yang tidak baik , pemimpin dikuyo-kuyo, dicari-cari. Pada saat berkuasa disanjung-sanjung, setelah lengser direndahkan. Ini budaya apa? Ini harus kita ubah,” ujarnya.
Menurut Prabowo, selama ini Jokowi tidak pernah menitipkan kepentingan atau permintaan khusus kepadanya.
“Pak Jokowi itu enggak pernah nitip apa-apa sama saya. Pak Prabowo takut sama Pak Jokowi? Enggak ada itu. Untuk apa saya takut sama beliau? Aku hopeng (Bahasa Hokkien, sahabat baik/teman lama) sama beliau, kok takut,” ucapnya sambil berkelakar.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas capaian pemerintahan Jokowi selama dua periode, termasuk dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan pertumbuhan ekonomi yang solid.
Baca juga:
- Dukung Pembangunan Nasional, UIN Jakarta Guyur Beasiswa Rp2,85 Miliar untuk Dosen dan Tendik
- Anggota DPR Desak Pemerintah Awasi Ketat Pembangunan Pesantren Usai Asrama Putri di Situbondo Ambruk
- BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Sejumlah Wilayah Indonesia
- Pemerintah Siapkan Rp351,83 Miliar untuk Tanggap Darurat Bencana 2025
“Beliau memimpin 10 tahun, diakui dunia. Bagaimanapun, inflasi di bawah beliau cukup bagus, pertumbuhan bagus. Come on, harus yang benar dan jujur kita katakan,” kata Presiden.