Zohran Mamdani, "Musuh" Trump Sekaligus Imigran Keenam yang Jadi Walkot New York
JAKARTA - Zohran Mamdani telah mengukir sejarah di Kota New York setelah memenangkan Pemilihan Wali Kota (Piwalkot) setempat pada Selasa malam.
"Masa depan kita ada di tangan kita," kata Mamdani dalam pidato kemenangan yang penuh semangat, dikutip dari ABC News.
Ia akan menjadi Wali Kota New York beragama Islam pertama, sekaligus warga AS keturunan Asia Selatan perdana yang menjadi Wali Kota New York setelah dilantik pada 1 Januari 2026.
Status yang lain juga akan disandang Mamdani ketika berusia 34 tahun saat dilantik, yakni menjadi Wali Kota New York termuda ketiga dalam sejarah kota itu.
Sebelumnya, Hugh J. Grant berusia 30 tahun ketika dilantik pada tahun 1889 menjadi Wali Kota New York, John Purroy Mitchel juga berusia 34 tahun ketika menjabat pada tahun 1914.
Mamdani yang lahir di Afrika juga akan menjadi Wali Kota New York ke-6 berstatus imigran setelah dilantik. Terakhir, Abe Beame yang lahir di Inggris menjabat Wali Kota New York pada tahun 1974.
Mamdani yang merupakan anggota Partai Demokrat diketahui sempat memimpin aksi mogok makan di depan Gedung Putih AS pada November 2024. Aksi itu menyerukan resolusi gencatan senjata di Gaza.
Ia juga kerap melontarkan kritikan keras kepada Wali Kota New York sebelumnya Eric Adams. Dibawah kepemimpinan Adams, Pemerintah Kota New York menyerukan aparat bertindak reaktif terhadap demonstrasi mahasiswa pro Palestina di sejumlah universitas di New York pada musim semi 2024.
Selain direspons represif, banyak mahasiswa karena keikutsertaan dalam unjuk rasa pro Palestina kala itu, dikeluarkan dari universitas. Sementara lainnya ditolak kelulusannya lantaran ikut demonstrasi selama 10 hari berturut-turut pada bulan April 2024.
Sikap-sikap Mamdani yang sosialis juga menjadi target Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Bahkan Trump sempat mengancam akan membekukan dana federal ke Kota New York jika Mamdani menang Piwalkot New York yang digelar pada Selasa 4 November waktu setempat.
Trump juga terang-terangan mendukung rival Mamdani dalam konstestasi tersebut, calon wali kota independen, Andrew Cuomo.
Upaya-upaya tersebut telah dinilai sebagai bentuk campur tangan Trump yang telah melebihi batas partai terhadap politik lokal New York.