Proyek Mobil Nasional Tarik Minat Hyundai, Sinyal Kuat dari Investor Global
JAKARTA - Hyundai Motor Company menyatakan minatnya untuk berpartisipasi dalam proyek mobil nasional yang digagas oleh pemerintah Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai bertemu dengan delegasi Hyundai di Gyeongju, Korea Selatan.
Airlangga menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menandai sinyal positif dari pihak Hyundai terhadap rencana pemerintah Indonesia dalam mengembangkan mobil nasional. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan agar Indonesia dapat memproduksi mobil secara penuh dalam tiga tahun ke depan, dengan lahan pabrik dan anggaran yang sudah disiapkan.
“Kami menyambut baik minat Hyundai untuk menjadi bagian dari proyek mobil nasional. Ini menunjukkan kepercayaan investor global terhadap potensi industri otomotif Indonesia,” ujar Airlangga dilansir dari Reuters, dikutip Senin 3 November.
"Kami melihat peluang besar untuk kolaborasi dalam pengembangan kendaraan berbasis hidrogen dan energi bersih lainnya, yang menjadi bagian penting dari strategi transisi ekonomi hijau Indonesia," lanjtutnya.
Meski demikian, Airlangga belum menjelaskan secara rinci bentuk kontribusi Hyundai dalam proyek tersebut, termasuk besaran investasi maupun skema produksinya. Sementara itu, pihak Hyundai belum memberikan keterangan resmi terkait rencana keterlibatan mereka.
Baca juga:
Saat ini, Hyundai telah memiliki fasilitas produksi kendaraan di Jawa Barat, serta pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama dengan LG Energy Solution. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi besar dan menjadi bagian penting dalam penguatan rantai pasok kendaraan listrik di Indonesia.
Partisipasi Hyundai dalam proyek mobil nasional ini dinilai sebagai langkah strategis, mengingat perusahaan asal Korea Selatan itu memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan teknologi otomotif. Namun, masih diperlukan pembahasan lebih lanjut antara pemerintah dan Hyundai untuk merumuskan aspek teknis, regulasi, serta komitmen investasi.
Sementara itu, Presiden Hyundai Amb Sung Kim hanya menyampaikan apresiasinya atas visi Pemerintah Indonesia. Di mana, saat ini tengah gencar mempercepat pengembangan kendaraan rendah emisi.
"Hyundai berkomitmen menghadirkan solusi mobilitas masa depan yang berkelanjutan dan kompetitif. Kolaborasi di bidang AI, robotik, dan teknologi hidrogen menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang kami untuk mendukung mobilitas bersih dan efisien," ujarnya.