Bagikan:

JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan proyek mobil nasional yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). PT Pindad pun telah mendapat mandat khusus untuk menggarap pengembangan awalnya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menegaskan bahwa mobil nasional nantinya akan dikembangkan dengan Pindad sebagai basis utamanya.

“Mobil nasional kan berjalan dengan Pindad sebagai basis,” ujarnya kepada wartawan di pameran GJAW di ICE BSD, Rabu, 26 November.

Airlangga menambahkan, ada beberapa merek otomotif yang sudah menyatakan minat untuk terlibat dalam proyek tersebut. Namun, ia belum mengungkapkan detail merek mana saja yang ingin ambil bagian.

“Beberapa merek menawarkan diri untuk bekerja sama. Ya nanti mereka yang mengumumkan, karena mereka yang menawarkan,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita juga mengungkapkan bahwa informasi penugasan ini ia terima langsung dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Agus menyebut telah melakukan rapat intensif dengan Direktur Utama PT Pindad beserta jajarannya.

"Saya sudah mendapatkan arahan dari Bapak Presiden melalui Mensesneg, bahwa pengembangan mobil nasional melalui PSN itu dilaksanakan oleh PT Pindad," kata Agus di Jakarta, Rabu, 12 November silam.

Beberapa merek tertarik bergabung

Sejumlah merek disebut sudah siap mendukung proyek ini. Chery, misalnya, membuka peluang kolaborasi dan menyatakan kesiapannya membantu memperkuat ekosistem kendaraan dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Direktur Pemasaran Chery Sales Indonesia (CSI) Budi Darmawan.

“Kami pada intinya support. Sebagai pelaku otomotif, kami akan dukung apa pun yang pemerintah butuhkan,” ujar Budi saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Tak hanya Chery, Hyundai juga menyampaikan minat untuk berpartisipasi dalam proyek mobil nasional yang digagas pemerintah.

“Kami menyambut baik minat Hyundai untuk menjadi bagian dari proyek mobil nasional. Ini menunjukkan kepercayaan investor global terhadap potensi industri otomotif Indonesia,” kata Airlangga.