Curhat ASN Deli Serdang Sulit Naik Pangkat di TikTok Beres Usai Bobby Nasution Turun Tangan
MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memediasi Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dan aparatur sipil negara (ASN) Dinas Kesehatan Deli Serdang, Farida Purba, yang sempat viral karena curhat kesulitan naik pangkat menjelang pensiun.
Pertemuan mediasi digelar di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Minggu, 2 November dan turut menjadi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto setelah video Farida ramai di media sosial TikTok.
"Video yang dibuat Bu Farida ditanggapi langsung oleh Bapak Presiden. Kami kemarin dihubungi untuk menyelesaikan persoalan. Alhamdulillah, siang ini sudah selesai," kata Bobby dikutip dari Antara.
Bobby mengatakan, hasil mediasi memutuskan bahwa Farida Purba akan mengikuti remedial ujian dinas untuk kenaikan pangkat pada pekan depan.
“Tes ini dilaksanakan oleh BKN (Badan Kepegawaian Negara). Daerah hanya mengajukan peserta, sementara nilai keluar langsung di komputer. Jadi satu minggu lagi akan dilakukan remedial. Bu Farida dan yang tidak lulus lainnya bisa ikut,” ujarnya.
Terkait isu pungutan liar (pungli) yang disinggung Farida dalam video, Bobby menegaskan bahwa tidak ada pungli dalam proses ujian kenaikan pangkat di lingkungan Pemkab Deli Serdang.
“Terkait pungli, Bu Farida sudah cerita bahwa ada pungli beberapa waktu lalu. Tapi yang saya tangkap bukan soal ujian dinas, melainkan urusan izin sekolah tahun 2019,” kata Bobby.
Bobby menegaskan, tudingan pungli itu bukan penyebab Farida gagal naik pangkat. “Jadi punglinya bukan karena tidak bayar lalu tidak lulus tes. Itu pungli lama, tahun 2019,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti dengan kebijakan khusus bagi ASN yang tidak lulus ujian dinas.
“Kami akan melaksanakan remedial bagi 58 ASN yang tidak lulus, termasuk Bu Farida. Pelaksanaannya akan diselenggarakan oleh BKN Medan,” kata Asri Ludin.
Dalam kesempatan yang sama, Farida Purba mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Gubernur Bobby, dan Bupati Asri Ludin atas perhatian dan kesempatan yang diberikan kepadanya.
Ia juga mengklarifikasi pernyataannya dalam video viral tersebut. “Saya mau klarifikasi, untuk ujian dinas saya memang tidak dipungli. Pungli itu terjadi tahun 2019 saat saya mengurus izin kuliah,” kata Farida.
Baca juga:
- Berkas Lengkap, Perusak Rumah Warga Hunuth Maluku Segera Duduk di Kursi Pesakitan
- POPNAS-PEPARPENAS 2025 Digelar, Pemprov DKI Gratiskan Atlet Naik Transportasi Umum hingga Masuk Ancol
- DPRD Ingatkan Pramono Tak Relaksasi Pajak Berlebihan di Tengah Turunnya APBD Akibat Pemangkasan DBH
- Garuda Perkuat Kesiapan Nataru, Tarif Ekonomi Diturunkan dan Direksi Baru Mulai Aktif
Farida menyebut telah menyampaikan identitas oknum ASN yang melakukan pungli kepada Gubernur dan Bupati. Ia berharap kasus serupa tidak terjadi lagi di masa depan.
“Saya sudah sampaikan oknumnya. Saya akan pensiun Maret 2026, dan saya berharap ke depan tidak ada lagi hal seperti ini. Terima kasih juga untuk kesempatan remedial, karena kami ingin menunjukkan kemampuan kami sebagai ASN,” ujar Farida.