2 Jembatan di Tolitoli Putus Diterjang Banjir, Ratusan Rumah Warga Terendam

PALU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan dua jembatan di Desa Malangga, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, putus akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada Rabu, 29 Oktober.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Akris Fattah Yunus mengatakan, curah hujan tinggi menyebabkan sungai di Kecamatan Galang meluap dan menggenangi permukiman warga di tiga desa, yakni Malangga, Kalangkangan, dan Ogomoli.

“Akibat luapan sungai tersebut, dua jembatan di Desa Malangga putus setelah bagian opritnya terkikis aliran air. Selain itu, sejumlah rumah warga di Desa Kalangkangan juga terdampak banjir,” ujarnya di Palu, Antara,  Jumat, 31 Oktober.

Berdasarkan hasil asesmen BPBD, 235 rumah terdampak banjir di Desa Kalangkangan. Sebanyak 67 kepala keluarga (KK) terdampak di Dusun Pantidoan, 154 KK di Dusun Loigi, dan 14 KK di Dusun Togaso.

Sementara di Desa Ogomoli, satu unit gorong-gorong mengalami kerusakan akibat derasnya arus air. Meski begitu, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Meski air telah surut, jembatan di Desa Malangga belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tolitoli bersama Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan asesmen di lokasi terdampak untuk mendata kerusakan dan kebutuhan warga.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah perbaikan jembatan dan gorong-gorong agar akses warga bisa kembali normal,” kata Akris.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah mengerahkan alat berat untuk mempercepat pengerukan aliran sungai yang meluap, serta berkoordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan instansi teknis terkait.

Selain itu, BPBD juga tengah mendata sungai-sungai yang berpotensi mengalami penyempitan aliran guna mencegah banjir susulan.