Waspada! Kenapa Gondongan Tak Kunjung Kempes Meski Sudah Diobati? Begini Penjelasannya
YOGYAKARTA - Kenapa gondongan tak kunjung kempes meski sudah diobati berminggu-minggu? Kondisi ini tentu membuat cemas dan frustrasi. Padahal, umumnya gondongan sembuh dengan penanganan tepat.
Gondongan yang tidak kunjung mengempis bisa menjadi tanda adanya komplikasi atau kesalahan dalam penanganan.
Dengan begitu, memahami penyebab di balik kondisi ini penting agar Anda bisa mengambil langkah pengobatan yang lebih efektif. Berikut ini VOI rangkum beberapa hal penting yang perlu Anda waspadai:
Kenapa Gondongan Tak Kunjung Kempes?
Dilansir dari laman The Johns Hopkins Medicine, gondongan disebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar parotis di area rahang dan telinga. Nah, berikut ini terdapat beberapa alasan mengapa gondongan tidak kunjung kempes:
Infeksi virus belum tuntas
Perlu Anda ketahui virus mumps masih aktif dalam tubuh dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dilawan sistem imun. Normalnya gondongan sembuh 7-10 hari, namun pada beberapa kasus bisa lebih lama.
Sistem kekebalan tubuh lemah
Kondisi imunitas yang rendah membuat tubuh kesulitan melawan infeksi, sehingga proses penyembuhan melambat.
Terjadi komplikasi
Gondongan dapat berkembang menjadi komplikasi seperti orchitis (radang testis), pankreatitis (radang pankreas), atau meningitis (radang selaput otak) yang memperpanjang masa pemulihan.
Salah diagnosis
Kabar baiknya, pembengkakan bukan disebabkan gondongan, melainkan pembengkakan kelenjar getah bening, abses, atau infeksi bakteri lain yang memerlukan penanganan berbeda.
Baca juga:
Perawatan tidak optimal
Bisa jadi penyebab gondongan tidak kunjung sembuh karena pasien kurang istirahat, dehidrasi, atau tidak menjaga kebersihan dapat memperlambat penyembuhan.
Baca juga artikel yang membahas Bagaimana Cara Mengempeskan Gondongan? Berikut Penatalaksanaan Terapinya
Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Jangan lengah, dan segera konsultasi ke dokter jika Anda atau pasien gondongan mengalami beberapa gejala berikut:
- Bengkak lebih dari 2 minggu tanpa perbaikan
- Demam tinggi persisten di atas 38,5°C yang tidak turun
- Nyeri kepala hebat disertai leher kaku (tanda meningitis)
- Pembengkakan atau nyeri testis pada pria (tanda orchitis)
- Nyeri perut parah yang mungkin menandakan pankreatitis
- Kesulitan mendengar atau telinga berdenging
- Muntah terus-menerus dan sulit makan/minum
- Kejang atau penurunan kesadaran
Poinnya adalah komplikasi gondongan lebih sering terjadi pada orang dewasa dibanding anak-anak dan dapat berakibat serius jika tidak ditangani.
Cara Mengatasi yang Tepat
Konsultasi dokter untuk evaluasi ulang jika gondongan tidak membaik dalam 10 hari. Kemudian pemeriksaan penunjang seperti tes darah atau USG untuk mendeteksi komplikasi
Anda juga bisa meminum obat pereda nyeri dan demam sesuai anjuran dokter. Namun untuk antibiotik, hanya diberikan jika ada infeksi bakteri sekunder
Selain itu, gondongan juga dapat diobati dengan perawatan mandiri di rumah yang tepat, di antaranya:
- Istirahat total minimal 5 hari sejak pembengkakan muncul
- Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi
- Kompres hangat atau dingin pada area yang bengkak
- Hindari makanan asam, pedas, atau sulit dikunyah
- Jaga kebersihan dengan cuci tangan rutin
- Isolasi diri untuk mencegah penularan ke orang lain
- Khusus untuk orang dewasa harus istirahat dari pekerjaan dan anak tidak boleh sekolah hingga gejala membaik.
Kapan Harus ke Dokter?
Sebaiknya segera ke dokter atau IGD jika gondongan disertai demam sangat tinggi, nyeri kepala hebat dengan leher kaku, pembengkakan testis, nyeri perut parah, muntah terus-menerus, atau gangguan pendengaran.
Tidak banyak masyarakat mengetahui, jika komplikasi gondongan memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah kerusakan permanen.
Dengan demikian, gondongan yang tak kunjung kempes memerlukan evaluasi medis untuk mencegah komplikasi serius. Untuk itu, jangan ragu konsultasi dokter jika gejala tidak membaik dalam 10-14 hari. Pencegahan terbaik adalah vaksinasi MMR yang memberikan perlindungan optimal.