Review Film Si Paling Aktor: Jourdy Pranata dalam Cerita Menyenangkan

JAKARTA - Sutradara Ody Harahap menghadirkan film terbarunya, Si Paling Aktor. Film ini merupakan adaptasi dari novel karya penulis Adhitya Mulya dengan kisah komedi dan keluarga.

Jourdy Pranata dipercaya menjadi pemeran utama bersanding dengan Beby Tsabina, Kevin Julio, Yeyen Lidya, Verdi Solaiman, Kenny Austin, Dimas Danang, dan sebagainya.

Si Paling Aktor menceritakan Gilang Garnida (Jourdy Pranata), seorang aktor figuran yang bermimpi menjadi aktor utama. Karena mimpi tersebut, Gilang rela terlalu mendalami setiap karakter yang ia terima, meski itu menyebabkan kekesalan dari kru-kru di sekitarnya.

Suatu hari, Ramli (Indra Birowo), menyatakan berhenti menjadi manajer Gilang akibat Gilang tidak pernah menjual sebagai aktor. Belum lagi tingkah lakunya pendalaman sebagai aktor yang bikin geleng kepala, namun Ramli menjanjikan satu proyek terakhir, sebuah film dengan sutradara Tegas Julius (Kevin Julio).

>

Tegas Julius sempat memblok Gilang untuk tidak bermain di proyeknya, hingga mereka reuni. Gilang juga senang karena melalui film baru Tegas, dia bertemu lagi dengan Rachel Kensington (Beby Tsabina), aktris top yang memulai karier bersama-sama dengannya.

Akan tetapi, ketika sedang syuting film, Rachel dan Gilang diculik dan dimintai tebusan. Tegas juga ikut diculik dan ketiganya harus bekerja sama untuk lepas dari situasi tersebut.

Tidak perlu berpikir panjang untuk menonton film Si Paling Aktor, sebab film ini bersifat menghibur. Beberapa komedinya berhasil meski tidak selalu berjalan mulus, namun masih bisa dinikmati.

Perjalanan Gilang untuk menjadi aktor dipresentasikan dengan unik. Narasi yang dijalankan dengan transisi peran demi peran, meyakinkan penonton bahwa Gilang berada di tahap depresi untuk mencapai keinginannya.

Penyampaiannya terasa konyol tapi ceritanya sangat menarik, di mana perjuangan seorang remaja yang gigih meski kehidupan di luar sana tidak sepenuhnya ideal. Sesuatu yang dekat dengan kehidupan anak muda sekarang di tengah persaingan yang kian tajam.

Penampilan Jourdy sebagai Gilang juga tampil humanis, hasilnya ia menjadi karakter yang mudah untuk didukung dan pantas mendalami berbagai transisi.

Pada pertengahan film, ketika konflik penculikan dimulai, dari sana kombinasi yang tidak terduga hadir. Kombinasi Gilang-Rachel-Tegas menjadi kombinasi yang aneh tapi ternyata menyenangkan. Adegan demi adegan membuat penampilan mereka semakin berkembang dan pada akhirnya mereka berhasil menciptakan dinamika tersebut.

Memang, bagian aksinya kurang mulus tapi masih termaafkan dengan sisi komedinya yang menutupi hal tersebut.

Tegas yang tidak disangka menampilkan bagian komedi yang mampu membuat penonton tertawa, sementara Rachel yang awalnya terlihat cuek justru menjadi orang yang penuh jenaka.

Si Paling Aktor bukan cuma cerita soal perjuangan seseorang tapi bagaimana seseorang menghargai setiap kehidupan yang ia jalani baik di belakang layar mau pun depan layar. Film ini menjadi tontonan yang menyenangkan dan membangkitkan tawa di antaranya.

Adapun, film Si Paling Aktor tayang di bioskop Indonesia mulai Kamis, 30 Oktober.