Kepala HAM PBB Prihatin Serangan Israel ke Gaza Tewaskan Lebih dari 100 Orang
JAKARTA - Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk mengatakan pada Hari Rabu, laporan yang menunjukkan lebih dari 100 warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan perempuan, tewas dalam semalam akibat serangan udara Israel yang menargetkan terutama bangunan perumahan, tenda pengungsian dan sekolah di seluruh Jalur Gaza, sangat mengerikan.
Dia menekankan, hukum perang sangat jelas mengenai pentingnya melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, dan bahwa Israel harus mematuhi kewajiban internasionalnya di bawah hukum humaniter internasional serta bertanggung jawab atas pelanggaran apa pun.
"Sangat menyedihkan bahwa pembunuhan ini terjadi pada saat rakyat Gaza, yang telah menderita begitu lama, mulai merasakan secercah harapan bahwa kekerasan yang tak henti-henti mungkin akan berakhir," kata Türk, melansir WAFA 29 Oktober.
Turk menekankan, semua pihak harus bertindak dengan itikad baik untuk melaksanakan gencatan senjata, mendesak negara-negara, terutama yang memiliki pengaruh khusus, untuk melakukan segala upaya untuk memastikan kepatuhan.
"Dua tahun terakhir telah membawa penderitaan dan kesengsaraan yang tak terbayangkan, serta kehancuran hampir total di Gaza. Kita tidak boleh membiarkan kesempatan untuk perdamaian dan jalan menuju masa depan yang lebih adil dan aman ini terlewatkan," tandasnya
Diberitakan sebelumnya, Israel melancarkan serangan udara di Gaza pada Selasa malam, mengatakan mereka bertindak setelah serangan oleh militan Palestina menewaskan seorang tentara, dalam tantangan terbaru terhadap gencatan senjata yang sudah rapuh.
Israel mengklaim menargetkan komandan hingga fasilitas terowongan kelompok Hamas, saat serangannya di Jalur Gaza menewaskan 104 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan.
Israel Defense Forces (IDF) mengatakan serangannya ke Jalur Gaza merupakan tanggapan atas pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok teror tersebut.
Di antara mereka yang dipastikan tewas dalam serangan tersebut terdapat beberapa orang yang berpartisipasi dalam serangan 7 Oktober 2023, menurut IDF, melansir The Times of Israel.
Militer mengatakan serangannya menargetkan puluhan anggota kelompok militan, termasuk dua komandan setingkat batalion, dua wakil komandan batalion, dan 16 komandan kompi di Hamas dan kelompok militan lainnya.
Serangan tersebut juga menargetkan pos pengamatan, lokasi produksi senjata, lokasi peluncuran roket, dan terowongan, menurut IDF.
Militer mengatakan belum dapat memastikan apakah komandan Hamas yang menjadi targetnya tewas dalam serangan tersebut.
Namun, IDF menyebutkan beberapa militan yang dikatakan menyusup ke Israel pada 7 Oktober dan tewas dalam serangan tersebut pada hari terakhir.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan 46 anak-anak dan 20 perempuan termasuk di antara 104 orang yang tewas dalam serangan udara Israel sejak Selasa, dikutip dari Reuters.
Baca juga:
- Presiden Putin Sebut Rusia Gelar Uji Coba Torpedo Poseidon Berkemampuan Nuklir
- Hotel di Gyeongju Bersiap Sambut 20.000 Delegasi KTT APEC 2025
- Nepal dan Tibet Tutup Wilayah Everest karena Hujan Salju Lebat, 1.500 Pendaki Tersesat
- Sekjen NATO Ingin Sekutu Percepat Inovasi dan Investasi di Bidang Bioteknologi untuk Perkuat Pertahanan
Sumber medis di Gaza pada Hari Rabu mengonfirmasi, korban tewas Palestina akibat agresi Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 68.643 orang, mayoritas anak-anak dan perempuan.
Sumber medis tersebut menambahkan, jumlah korban luka telah meningkat menjadi 170.655 sejak dimulainya serangan, sementara sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan tidak dapat dijangkau oleh tim ambulans dan penyelamat.
Sementara itu, jumlah total korban tewas dan terluka sejak kesepakatan gencatan senjata pada 11 Oktober telah mencapai 211 orang, 597 orang lainnya terluka lainnya dan 482 jenazah telah dievakuasi.