Bos BGN Targetkan 6.000 SPPG Dibangun di Daerah Terpencil

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menargetkan sebanyak 6.000 unit dapur penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat dibangun di daerah terpencil.

Dengan pembangunan tersebut, Dadan optimistis target penerima program MBG sebanyak 82,9 juta orang bisa dicapai hingga akhir tahun 2025.

Adapun penerima manfaat per hari ini tercatat mencapai 39,2 juta orang.

“Kita juga mau membangun 5.000 sampai 6.000 SPPG terpencil. Jadi kita masih optimistis bisa mengejar 82,9 juta (penerima MBG) akhir tahun ini,” katanya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa, 28 Oktober.

Dadan bilang, target BGN tahun ini adalah percepatan pelolosan SPPG. Dia mengungkapkan sebanyak 200 dapur berhasil diverifikasi tiap harinya.

“Jadi sekarang itu sudah ada 13.347 (unit SPPG), dan kita setiap hari bisa meneruskan 200 SPPG tiap hari,” jelasnya.

Dari jumlah SPPG tersebut, lanjutnya, sebanyak 690 unit telah memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).

“Sudah 690 (unit SPPG yang memiliki SLHS),” kata dia.

Dadan menargetkan seluruh dapur penyelenggara program MBG yang saat ini beroperasi bisa memiliki SLHS dalam sebulan ke depan.

“Targetnya selesai dalam satu bulan,” ucapnya.