Apa Itu DME? Ini Pengertian dan Kelebihannya
YOGYAKARTA – DME adalah bahan bakar yang diisukan akan gantikan gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) di Indonesia. Untuk merealisasikan subtitusi tersebut, pemerintahan di era Prabowo Subianto disebut akan menargetkan realisasi produksi massal gas DME di tahun 2027. Di luar dari proyek tersebut, tahukah apa itu DME?
Mengengal Apa Itu DME
Dilansir dari website resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), DME atau Dimetil Eter adalah sebuah senyawa organik yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar. Senyawa tersebut dihasilkan dari pengolahan gas bumi (natural gas), batubara, biomassa, atau bahan hidrokarbon lain seperti hasil olahan minyak atau gas sintetik.
DME mennjadi alternatif bahan bakar alternatif pengganti LPG. DME dan LPD punya kesamaan baik dari sifat kimia atau wujudnya. Kesamaan karakteristik itulah yang membuat produksi DME disebut bisa menggunakan infrastruktur LPG yang saat ini sudah ada, mencakup penanganan dan pendistribusiannya.
Dalam Jurnal LEMIGAS Kementerian ESDM dijelaskan bahwa penggunaan DME sebenarnya telah lazim dilakukan. Salah satu negara yang menggunakan DME sebagai bahan bakar adalah CHina. Negara tersebut menggunakan DME sebagai bahan bakar kompor. Mereka kemudian membangun fasilitas DME pada tahun 1995 di Shaanxi dengan kapasitas 500 ton/tahun.
Sedangkan di Indonesia, pabrik DME hanya berkapasitas 100 ton/tahun. Hasil produksi DME tersebut kemudian digunakan untuk beberapa hal salah satunya dipakai dalam industri aerosol bukan, sebagai bahan bakar.
Kelebihan Bahan Bakar DME
Pemilihan DME sebagai bahan bakar pengganti LPG bukan tanpa alasan. Ada beberapa kelebihan yang dapat ditawarkan oleh DME yakni sebagai berikut.
- Lebih ramah lingkungan
DME disebut menjadi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Hal itu bisa terjadi karena bahan bakar tersebut bersih dari unsur sulfur dan nitrogen. Dengan begitu emisi yang dihasilkan lebih rendah sekaligus tidak korosif.
- Mudah didapatkan
Produksi DME juga lebih mudah diperbaharui karena dihasilkan dari berbagai sumber misalnya dari gas alam, pengolahan batubara, hingga biomassa.
- Pengadaan infrastruktur bisa menggunakan milik LPG
Salah satu keuntungan penggunaan DME adalah infrastruktur yang digunakan bisa menggunakan infrastruktur LPG. Dengan begitu pembaruan infrastruktur pendukung tidak perlu dilakukan besar-besaran.
- Api lebih biru
Keunggulan lain dari DME adalah kualitas nyala api lebih baik dari nyala api hasil LPG. Nyala api ini DME lebih biru sehingga pembakarannya lebih cepat dibanding LPG.
Proyek DME di Indonesia
Wacana penggantian LPG menjadi DME memang tengah diupayakan oleh pemerintah. Hal itu dilakukan demi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap gas LPG. Dengan begitu impor LPG diharapkan bisa lebih ditekan di kemudian hari.
Untuk mendukung wacana penggantian LPG jadi DME, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pemerintah akan segera mengerjakan proyek hilirisasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME). Proyek tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai awal 2026 nanti.
Baca juga:
"Sekarang kita hasil studinya sudah serahkan kepada Danantara dan Insya Allah di awal tahun atau di akhir tahun ini sudah bisa kita eksekusi secara bertahap," demikian penjelasan Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 27 Oktober.
Itulah informasi terkait apa itu DME. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.