Courtois: Pertandingan La Liga di Amerika Serikat Mengubah Kompetisi

JAKARTA - Perdebatan mengenai pertandingan La Liga antara Villarreal vs Barcelona yang rencana awalnya digelar di Amerika Serikat masih menimbulkan perdebatan.

Penjaga gawang Real Madrid, Thibaut Courtois, pekan ini mengecam rencana untuk memainkan pertandingan La Liga musim reguler di Miami, Ameirka Serikat, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut benar-benar memengaruhi integritas kompetisi.

Dia menilai Barcelona, rival Real Madrid, justru diuntungkan karena memainkan pertandingan di tempat netral, alih-alih bertandang ke Estadio La Ceramica markas Villarreal.

"Ya, itu benar-benar memengaruhi integritas kompetisi. Mudah membicarakan NBA dan NFL (bermain di luar negeri)."

"Namun, di NBA mereka punya 82 pertandingan, bermain untuk satu pertandingan playoff, dan itu hampir tidak mengubah apa pun."

"Di NFL, keputusannya ditentukan oleh semua pemilik tim, oleh semua orang. Di La Liga, mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan."

"Itu memengaruhi integritas kompetisi dan melanggar kesepakatan para pemain. Itu tidak benar. Anda harus bermain kandang dan tandang."

"Bermain tandang sangat sulit di liga ini, termasuk bertandang ke markas Villarreal. Semua orang harus bermain di kandang dan tandang, kecuali ada keadaan kahar," kata Courtois.

La Liga telah lama berupaya menggelar pertandingan musim reguler di Amerika Serikat. Mereka pertama kali mencoba menggelar pertandingan antara Girona dan Barcelona di Miami pada musim 2018/2019.

Presiden La Liga, Javier Tebas, mengatakan rencana tersebut akan membantu pertumbuhan pendapatan jangka panjang.

Baru pada musim 2025/2026 ini rencana itu mendapat persetujuan pekan lalu, baik dari UEFA maupun Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer).

UEFA akhirnya luluh dan mengizinkan laga Villarreal vs Barcelona dimainkan di Amerika Serikat meski mengaku dengan berat hati menyetujui proposal tersebut.

Persetujuan itu pun melahirkan gelombang protes. Akhir pekan kemarin, para pemain La Liga menghentikan pertandingan selama 15 detik pertama setiap pertandingan sebagai bentuk protes tersebut.

Namun, lucunya protes tersebut dalam sejumlah pertandingan disabotase dengan tidak ditayangkan di televisi. Siaran langsung malah beralih ke rekaman eksterior stadion.

Asosiasi Pesepak Bola Spanyol (AFE) juga dengan tegas memprotes dengan mengatakan kurangnya transparansi dan dialog dalam proses pengambilan keputusan.

"Saya tidak tahu mengapa Anda terkejut. Sudah seperti itu sejak lama. Saya katakan setelah Piala Dunia Antarklub 2025, saya belum pernah melihat presiden liga mana pun dalam olahraga apa pun berbicara seperti Tebas. Menyembunyikan (protes) ialah penyensoran dan manipulasi. Itu serius," ujar Courtois.

Real Madrid secara tim masuk dalam gelombang protes tersebut. Mereka bahkan sangat vokal dengan berupaya memblokir rencana pertandingan di Miami--meminta UEFA, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), dan Kementerian Olahraga Spanyol (CSD) untuk menolak usulan tersebut.

"Saya sudah menjawab pertanyaan tentang ini beberapa kali. Klub ini secara sah membela kepentingannya dan kita lihat saja apa yang terjadi," kata Manajer Real Madrid, Xabi Alonso.

Protes tersebut akhirnya sukses. La Liga secara resmi membatalkan pertandingan Villarreal vs Barcelona di Miami.

Melalui pernyataan resminya, La Liga beralasan bahwa pembatalan tersebut karena mitra mereka di Amerika Serikat, Relevent, yang memutuskan melihat reaksi di Spanyol.

Rencana penjualan tiket pertandingan tersebut pada minggu ini pun ikut ditunda.