Robotaxi Tanpa Pengemudi Diselidiki Usai Nyaris Bikin Celaka Anak Sekolah

JAKARTA – Komisi Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) tengah menyelidiki sekitar 2.000 unit robotaxi milik Waymo setelah salah satu kendaraan otonomnya kedapatan melanggar aturan lalu lintas. Di mana, melakukan manuver di depan bus sekolah yang sedang berhenti, dengan anak-anak berada di sekitarnya.

Insiden tersebut terjadi di negara bagian Georgia, ketika robotaksi Waymo mendekati bus sekolah yang telah berhenti dan lampu merah menyala, serta mengeluarkan rambu “Stop”. Kendaraan itu tetap melaju melewati bus dari sisi berlawanan.

Beruntung, tidak ada anak-anak yang tengah menyeberang maupun korban luka dalam kejadian itu. Menurut keterangan resmi Waymo, mobil tersebut dioperasikan sepenuhnya oleh sistem mengemudi otomatis generasi kelima tanpa pengemudi manusia di dalamnya.

Pihak perusahaan menyebut bahwa kendaraan tetap menjaga jarak aman dari anak-anak dan insiden itu disebabkan oleh posisi bus yang membuat lampu dan rambu berhenti tidak terlihat jelas oleh sensor kendaraan.

“Keamanan merupakan prioritas utama kami. Kami telah melakukan pembaruan untuk memastikan kendaraan kami dapat mengenali dan merespons situasi di sekitar bus sekolah dengan lebih baik,” ujar perwakilan Waymo dalam pernyataan resminya., dikutip dari Carscoops, Rabu, 22 Oktober.

Waymo juga mengonfirmasi bahwa mereka telah menerapkan perbaikan perangkat lunak untuk meningkatkan deteksi terhadap bus sekolah dan akan meluncurkan pembaruan tambahan dalam waktu dekat.

Kasus ini menjadi sorotan besar karena menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana sistem kendaraan otonom mampu memahami konteks sosial di jalan raya. Terutama saat menghadapi situasi yang melibatkan anak-anak atau kendaraan prioritas.

NHTSA kini fokus menelusuri bagaimana sistem perangkat keras dan perangkat lunak Waymo menangani situasi lalu lintas di sekitar bus sekolah, serta apakah kendaraan otonom tersebut mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku di Amerika Serikat.