Harus Sering Touch Up Karena Wajah Selalu Mengilap? Kenali Penyebab Kulit Berminyak dan Cara Mengontrolnya

YOGYAKARTA – Wajah yang cepat mengilap bisa membuat siapa pun merasa tidak nyaman, apalagi saat riasan sulit menempel atau pori-pori tampak jelas. Kulit berminyak sebenarnya hal yang umum dan sering kali disebabkan oleh kombinasi faktor alami serta kebiasaan sehari-hari. Mengetahui penyebab utamanya dapat membantu Anda mengelola minyak berlebih tanpa harus “memerangi” kulit sendiri.

1. Genetika

Jika salah satu dari orang tua memiliki kulit berminyak, besar kemungkinan Anda juga mewarisinya. Menurut ahli bedah plastik dan rekonstruksi bersertifikat, Jaimie DeRosa, MD. dilansir Byrdie, Rabu, 22 Oktober, faktor genetik memengaruhi ukuran dan aktivitas kelenjar sebaceous, yang menentukan seberapa banyak minyak diproduksi kulit.

Karena sifat ini bawaan lahir, cara terbaik adalah dengan mengelola, bukan mengubahnya. Menggunakan produk skincare khusus kulit berminyak, menjaga kebersihan wajah, dan menghindari produk berat sudah cukup membantu menyeimbangkan produksi minyak tanpa membuat kulit terasa kering.

Ilustrasi penyebab wajah terlalu mengilap karena kulit berminyak dan cara mengontrolnya (Freepik/lookstudio)

2. Kelenjar sebaceous yang Terlalu Aktif

Kelenjar sebaceous berperan penting menjaga kelembapan alami kulit, tetapi saat produksinya berlebihan, hasilnya bisa berupa wajah yang tampak licin dan mudah berjerawat. Kondisi ini bisa terjadi karena stres, hormon, atau penggunaan produk yang kurang tepat. Untuk menanganinya, cobalah membersihkan wajah dua kali sehari menggunakan pembersih lembut bebas minyak, lalu gunakan toner ringan agar pori-pori tetap bersih. Jangan lupa memakai pelembap berbahan ringan agar kulit tetap terhidrasi tanpa memicu sebum berlebih.

3. Hormon

Perubahan hormon adalah penyebab klasik kulit berminyak, terutama pada masa pubertas, menstruasi, kehamilan, atau saat stres. Hormon androgen dan kortisol dapat menstimulasi kelenjar sebasea menghasilkan lebih banyak minyak dari biasanya. Untuk mengatasinya, penting menjaga keseimbangan tubuh melalui pola tidur cukup, teknik relaksasi seperti meditasi, dan olahraga teratur. Jika produksi minyak terasa ekstrem dan sering disertai jerawat, berkonsultasilah ke dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

4. Lingkungan

Cuaca panas dan lembap dapat mempercepat aktivitas kelenjar minyak, membuat wajah lebih cepat mengilap dibandingkan saat berada di cuaca dingin. Bagi Anda yang tinggal di daerah tropis, efek ini mungkin terasa setiap hari.

Sebagai langkah pencegahan, gunakan produk bertekstur ringan yang mudah menyerap, hindari paparan panas terlalu lama, dan bawalah kertas minyak untuk menyerap kilap saat beraktivitas di luar ruangan. Saat udara sedang sangat lembap, batasi penggunaan makeup tebal yang bisa menutup pori dan memerangkap minyak di bawah kulit.

5. Rutinitas skincare yang kurang tepat

Mencuci wajah terlalu sering atau memakai produk keras justru dapat membuat kulit bereaksi dengan memproduksi lebih banyak minyak. Begitu pula dengan penggunaan pelembap atau sunscreen yang terlalu berat dan menyumbat pori-pori.

Idealnya, bersihkan wajah dua kali sehari dengan sabun yang lembut, lalu lanjutkan dengan pelembap bebas minyak agar keseimbangan kulit tetap terjaga. Hindari scrub kasar atau pembersih yang membuat kulit terasa tertarik karena kondisi ini bisa memberi sinyal pada kulit untuk menghasilkan lebih banyak sebum sebagai bentuk perlindungan.

6. Pola makan

Apa yang Anda makan juga berpengaruh terhadap kondisi kulit. Konsumsi makanan tinggi gula, karbohidrat olahan, dan gorengan dapat memperparah minyak berlebih di wajah. Sebaliknya, memperbanyak sayur, buah, serta makanan kaya omega-3 dapat membantu menjaga keseimbangan minyak kulit dari dalam. Minum cukup air juga penting agar kulit tidak dehidrasi, karena kulit yang kekurangan cairan sering kali bereaksi dengan meningkatkan produksi sebum.

Penting dipahami bahwa kulit berminyak bukanlah hal yang buruk. Justru menandakan kulit memiliki perlindungan alami terhadap penuaan dini. Namun, jika produksinya berlebihan, tentu perlu strategi yang tepat untuk mengendalikannya. Dengan memahami faktor penyebabnya dan menyesuaikan rutinitas perawatan, Anda bisa menjaga kulit tetap segar tanpa kehilangan kelembapan alaminya.