Stok Pupuk Terjaga, Pupuk Kaltim Optimistis Hadapi Musim Tanam Akhir Tahun

JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Holding Company memastikan ketersediaan stok pupuk dalam kondisi aman untuk mendukung musim tanam Oktober 2025–Maret 2026.

Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F. Purwanto menyampaikan hingga 10 Oktober 2025, total produksi yang telah dicapai mencapai 5,34 juta ton, atau lebih dari 80 pesan dari target produksi tahunan sebesar 6,43 juta ton.

Ia menjelaskan bahwa ketersediaan stok pupuk menjadi prioritas utama perusahaan dalam mendukung sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kami terus memastikan operasional produksi berjalan lancar, guna memenuhi kebutuhan pupuk secara optimal, terutama untuk musim tanam akhir tahun ini,” ujar Purwanto dalam keterangannya, Selasa, 21 Oktober.

Lebih lanjut, Purwanto menjelaskan hingga 10 Oktober 2025, Pupuk Kaltim telah memproduksi 2.849.530 ton pupuk Urea dan 247.745 ton pupuk NPK.

Sementara itu untuk produk petrokimia, ia menambahkan pupuk kaltim telah mencatatkan realisasi produksi sebesar 2.251.303 ton amonia.

Menurutnya dengan capaian produksi yang positif tersebut, Pupuk Kaltim optimistis dapat memenuhi target produksi tahun 2025 sebesar 6,43 juta ton, yang meliputi 3,43 juta ton urea, 285 ribu ton NPK, dan 2,71 juta ton amonia.

Ia menyampaikan optimisme ini didukung oleh performa operasional yang stabil serta kapasitas produksi tahunan dari 13 pabrik, dengan total mencapai 3,43 juta ton urea, 300 ribu ton NPK, dan 2,74 juta ton amonia.

Purwanto menambahkan, perusahaan akan terus meningkatkan keandalan operasi melalui sejumlah proyek strategis, seperti peremajaan (revamping) Pabrik Amonia PKT-2.

"Proyek ini bertujuan meningkatkan efisiensi energi, mengurangi konsumsi gas, serta menurunkan emisi CO2," jelasnya.

Menurutnya melalui inisiatif ini, Pupuk Kaltim tidak hanya memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing perusahaan dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Di samping peningkatan dari sisi pabrik, ia menambahkan Pupuk Kaltim juga memperkuat kompetensi operator melalui program pelatihan berbasis virtual reality (VR) bernama House of Future.

Purwanto menyampaikan program ini mengkombinasikan teknologi dan inovasi untuk mendorong kinerja optimal insan Pupuk Kaltim.

Menurutnya dengan menggunakan simulator berbasis VR yang memiliki tingkat kemiripan hingga 90 persen dengan kondisi lapangan, Pupuk Kaltim memberikan kesempatan pada karyawan untuk mengembangkan kompetensi, sekaligus meningkatkan standar operasional.

“Ke depannya, Pupuk Kaltim akan terus meningkatkan kapasitas produksi guna menunjang sektor pertanian nasional. Pupuk Kaltim juga akan mengeksplorasi potensi inovasi-inovasi yang dapat mendorong optimalisasi produksi,” tutupnya.