Sungai Musi Bukti Palembang Jadi Poros Perdagangan Global Sejak Abad ke-7
PALEMBANG - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya Sungai Musi sebagai jalur utama perdagangan global sejak abad ke-7. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri secara daring peluncuran Buku Keramik Cina Temuan Sungai Musi Abad 7–19 Masehi di Universitas Sriwijaya, Palembang, Minggu,19 Oktober.
“Temuan keramik dari berbagai dinasti — Han, Sung, Yuan, Ming, hingga Qing — menunjukkan bahwa perdagangan lintas negara sudah berlangsung berabad-abad, bahkan mungkin ribuan tahun,” ujar Fadli.
Menurutnya, Sungai Musi bukan hanya saksi peradaban lokal, tetapi juga pintu masuk interaksi budaya dunia. “Ini bukti nyata bahwa Palembang punya peran penting dalam jaringan global. Sungai Musi menjadi nadi perdagangan besar di kawasan Asia Tenggara,” lanjutnya.
Fadli menilai buku tersebut penting untuk memperkaya historiografi Sumatra Selatan. Penelitian yang dilakukan sejak 2015 hingga 2023 itu mendokumentasikan ratusan artefak keramik dari Cina, Thailand, dan Vietnam yang ditemukan di sepanjang Sungai Musi. “Buku ini bisa jadi pijakan untuk riset lanjutan tentang hubungan dagang dan budaya Indonesia dengan dunia luar,” katanya.
Baca juga:
Rektor Universitas Sriwijaya, Taufiq Marwa, mengapresiasi kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan. Ia berharap buku ini menjadi sarana refleksi sejarah bagi generasi muda. “Sejarah harus menjadi penyemangat dan pelajaran untuk masa kini,” ujarnya.
Akademisi sekaligus penulis buku, Pidia Amelia, menjelaskan riset ini bersifat berkelanjutan. “Identifikasi peninggalan keramik terus kami lakukan, termasuk koleksi di Rumah Kreatif Fadli Zon,” katanya.
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, yang hadir langsung, mendorong mahasiswa memperdalam sejarah dan arkeologi. “Buku ini membuka ruang bagi kita untuk membaca ulang hubungan Indonesia dengan Tiongkok, India, dan Timur Tengah,” ungkapnya.
Peluncuran buku tersebut juga dihadiri Guru Besar Sejarah Lokal Farida R. Wargadalem, Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana, dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Kristanto Januardi.
Menutup sambutan, Fadli Zon menyerukan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat riset sejarah Sungai Musi. “Kita perlu bekerja bersama perguruan tinggi, seniman, budayawan, dan komunitas budaya Sumatra Selatan agar sejarah maritim kita semakin hidup,” pungkasnya.