Derby Macabbi-Hapoel Tel Aviv Batal karena Bentrokan Suporter, Beri Peringatan buat Aston Villa

JAKARTA - Derby Tel Aviv antara Hapoel dan Maccabi dibatalkan pada Minggu, 19 Oktober 2025, waktu setempat, setelah bentrokan antarsuporter yang berujung kekerasan.

Polisi mengimbau pertandingan Liga Primer Israel (Israeli Premier League) tersebut untuk tidak digelar sesuai jadwal setelah kerusuhan dilaporkan terjadi sebelum kickoff di dalam dan sekitar Stadion Bloomfield.

Jerusalem Post mengatakan pertandingan tersebut dibatalkan setelah polisi menetapkan bahwa kondisi di stadion tidak aman untuk dilanjutkan.

"Penggunaan kembang api yang ekstensif oleh suporter, termasuk kembang api dan granat asap," bunyi deskripsi Jerusalem Post.

Sementara itu, Maccabi mengeluarkan pernyataan untuk mengikuti keputusan pihak kepolisian.

"Menyusul keputusan polisi, diputuskan bahwa Derby Tel Aviv tidak akan berlangsung malam ini," kata pernyataan Maccabi.

Sebaliknya, Hapoel malah tak menerima keputusan menghentikan pertandingan derby tersebut. Mereka malah menyalahkan pihak kepolisian yang dianggap memicu kerusuhan.

"Lebih banyak dari panggilan awal untuk permainan, sepertinya polisi sedang mempersiapkan perang dan bukan acara olahraga."

"Kejadian mengejutkan di luar stadion. Setelah keputusan sembrono dan keterlaluan untuk tidak mengadakan pertandingan, hanya menunjukkan bahwa polisi Israel telah mengambil alih."

"Ketika kami meminta penjelasan secara real time, kami menemui sikap yang memalukan, tanpa ada diskusi, begitu pula perwakilan asosiasi dan manajemen yang mencoba mengubah keputusan delusional."

"Saat panglima distrik Haim Sargrof diminta berbicara dengan Kepala Liga Primer Israel, Erez Kalfon, dan Ketua Federasi Sepak Bola Israel, Shino Zuaretz, ia menolak dan mengatakan bahwa keputusannya sudah final."

"Dia berbicara tentang banyak yang terluka oleh suntikan obat piroteknik, tetapi faktanya, sebagian besar yang terluka dari acara tersebut terluka secara umum akibat kekerasan polisi brutal, sebagai akibat langsung dari keputusan skandal untuk membatalkan acara tersebut."

"Semua orang telah melihat video kekerasan, anak-anak diganggu oleh kuda, petugas polisi memukul suporter tanpa pemberitahuan."

"Polisi telah mengambil alih dan kami meminta pejabat sepak bola Israel untuk melakukan segalanya untuk mengakhiri ini. Jika tidak, tidak akan ada sepak bola di sini."

"Tak perlu dikatakan bahwa manajemen klub mengutuk semua pertunjukan kekerasan dan akan melawan yang tidak memiliki hukum, bahkan jika mereka mengenakan seragam," tulis pernyataan Hapoel.

Terlepas dari itu, insiden ini terjadi beberapa hari setelah Kelompok Penasihat Keamanan Birmingham memutuskan bahwa suporter Maccabi tidak diizinkan untuk menghadiri pertandingan Liga Europa bulan depan di markas Aston Villa.

Sebelumnya diketahui, pihak kepolisian setempat memberikan rekomendasi kepada Aston Villa untuk melarang suporter Maccabi datang ke Villa Park.

Pihak kepolisian menilai potensi bahaya yang besar jika suporter Maccabi memaksakan hadir, dengan memberikan referensi kerusuhan yang terjadi di Amsterdam tahun lalu ketika mereka bertandang ke markas Ajax.

Hanya saja, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, malah mengutuk pelarangan suporter Maccabi untuk datang ke Aston Villa.