Inovasi Kuliner Sehat yang Terinspirasi dari Budaya Jepang

JAKARTA - Aroma bahan alami yang menenangkan berpadu dengan sentuhan dari tumbuhan herbal, memenuhi udara segar di area Flavor Bliss, Alam Sutera. Di tengah hiruk-pikuk acara The Teasperience 2025, sebuah stan berwarna hijau lembut menjadi pusat perhatian. 

Di balik stan itu, dua mahasiswa dari BINUS Business School Kampus Alam Sutera memperkenalkan hasil karya mereka berupa inovasi gaya hidup sehat yang terinspirasi dari kebiasaan alami masyarakat Jepang.

Shane Axel dari jurusan Business Creation dan Dillen Christopher dari jurusan Management adalah sosok di balik gagasan ini. Bagi keduanya, konsep tersebut bukan sekadar tren, melainkan wujud nyata dari kesadaran akan pentingnya kesehatan dan keseimbangan tubuh.

Semua bermula dari satu pertanyaan sederhana yaitu bagaimana membawa manfaat bahan alami tradisional Jepang ke masyarakat lokal tanpa kehilangan nilai kesehatannya?

Dari ide itu, Axel dan Dillen mulai merancang konsep kegiatan berbasis kesehatan sambil menerapkan langsung teori yang mereka pelajari di kampus.

“Belajar teori di kelas itu penting, tapi turun langsung di lapangan bikin kita tahu realitanya. Gimana sih rasanya mengatur operasional, bikin menu, sampai menghadapi customer langsung,” ujar Dillen, dari keterangan resminya.

Dengan semangat ingin tahu yang besar, mereka mengajukan ide ini kepada dosen untuk mendapatkan masukan, lalu mencoba berbagai kegiatan yang berfokus pada gaya hidup sehat dan keseimbangan tubuh.

“Produk kita fokusnya di matcha. Tapi enggak cuma latte biasa, kita bikin kreasi lain juga biar orang enggak bosan,” kata Axel.

Kini fokus mereka bukan hanya pada cita rasa, tetapi pada nilai kesehatan yang terkandung di dalam bahan alami tersebut. Kandungan antioksidan, manfaat untuk metabolisme, serta efek menenangkan dari bahan tersebut menjadi daya tarik utama. Mereka juga memberikan edukasi seputar cara konsumsi yang baik agar manfaatnya lebih optimal.

Selain memperkenalkan minuman sehat, mereka menghadirkan beberapa varian menu yang mendukung gaya hidup seimbang, seperti minuman rendah gula, berbasis nabati, hingga pilihan dengan tambahan buah-buahan segar untuk meningkatkan asupan vitamin.

Namun daya tarik utama mereka tidak berhenti di rasa. Tampilan stan yang menenangkan dan penyajian yang estetis membuatnya menarik tanpa kehilangan fokus pada nilai kesehatan. Meski begitu, kualitas tetap menjadi hal utama.

“Kita bukan pakai bubuk lokal, tapi langsung impor dari Jepang. Tepatnya dari Kagoshima,” jelas Axel.

Bahan berkualitas inilah yang menjadi pembeda utama dibanding produk sejenis lainnya. Kedepannya, mereka berencana mengembangkan berbagai olahan sehat berbasis bahan alami, sekaligus memperkuat citra mereka sebagai penggiat kesehatan yang tetap terjangkau untuk masyarakat luas.

Meski masih baru, langkah mereka sudah menunjukkan hasil yang positif. Salah satu pencapaian membanggakan adalah kesempatan membuka ruang edukasi kesehatan di kawasan Orange Groves, Pantai Indah Kapuk 2, lebih cepat dari rencana semula.

“Awalnya kita mau buka di akhir tahun atau tahun depan. Tapi kebetulan ada tawaran, jadi kita bisa lebih cepat buka,” cerita Axel.

Keaktifan mereka dalam mengikuti berbagai kegiatan bertema kesehatan membuka banyak peluang kolaborasi. Salah satunya bersama Padelwings di BSD, di mana mereka menyediakan minuman sehat bagi peserta turnamen olahraga tersebut.

Tak hanya itu, mereka juga mengadakan workshop bersama influencer lokal Alea Malika di Sunday Space Market pada Agustus 2025 lalu. Hal ini mengajarkan cara menikmati bahan alami dengan benar untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Bagi Axel dan Dillen, perjalanan ini bukan sekadar soal menjual produk. Lebih dari itu, ini adalah wadah belajar menjadi generasi muda yang sadar akan pentingnya kesehatan fisik dan mental. Ini mengatur pola hidup, membangun kebiasaan baik, dan terus belajar dari setiap pengalaman yang mereka jalani.