Rusia Anggap Omong Kosong Retorika Perdamaian Barat Jika AS Pasok Rudal Tomahawk ke Ukraina

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova tidak terima jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setuju dengan gagasan memasok rudal Tomahawk buatan AS untuk militer Ukraina.

Menurut Zakharova, gagasan memasok rudal secara langsung bertentangan dengan retorika 'perdamaian' yang sering digaungkan petinggi-petinggi negara Barat.

"Moskow telah mengartikulasikan posisinya dengan sangat jelas, luas, dan mendalam, serta menyajikan alasannya secara menyeluruh," ujar Zakharova kepada Tass, Senin 20 Oktober.

"Pernyataan tersebut tidak dibuat untuk memicu kontroversi atau perdebatan; melainkan, pernyataan tersebut dirancang untuk mencegah kemungkinan tersebut, yang didukung oleh penalaran yang mendalam. Tujuan Rusia adalah untuk menjelaskan dan memaparkan argumennya," sambungnya.

Zakharova menekankan bahwa Rusia pada prinsipnya tidak terima AS pasok senjata militer untuk Ukraina yang sedang bersiteru dengan negaranya.

"Ya, itu tidak dapat diterima - tanpa keraguan," tegasnya.

"Tetapi yang berikut ini sama pentingnya: proposal tersebut bertentangan dengan bahasa perdamaian yang sering diklaim Barat di berbagai forum. Gagasan memasok rudal secara langsung bertentangan dengan retorika 'perdamaian' yang sering dikutip oleh para pejabat Barat," sambung Zakharova.

Pada 17 Oktober, dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Vladimir Zelensky di Gedung Putih, Donald Trump menyatakan bahwa AS membutuhkan rudal Tomahawk dan senjata militer lain yang diinginkan Ukraina.

Menurut Axios, mengutip sumber, Trump mengatakan kepada Zelensky bahwa AS tidak berniat menyediakan rudal Tomahawk untuk Ukraina saat ini. 

Trump dilaporkan menekankan bahwa prioritasnya saat ini adalah diplomasi, dan bahwa memasok rudal semacam itu dapat melemahkan upaya dalam hal tersebut.

Namun sebelumnya, pada 6 Oktober, Trump mengumumkan bahwa ia pada dasarnya telah mencapai keputusan mengenai potensi transfer rudal Tomahawk ke Ukraina, meskipun ia tidak mengungkapkan secara spesifik keputusan tersebut.