7 Bulan ke Depan, Warga Cianjur Diminta Waspada Hujan Deras dan Longsor
CIANJUR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi selama tujuh bulan ke depan. Penetapan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah tersebut.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Asep Sudrajat mengatakan, status siaga itu berlaku sejak Oktober 2025 hingga April 2026, sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat dan Keputusan Bupati Cianjur.
“Penerapannya berlaku mulai dari wilayah utara hingga selatan Cianjur karena memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan yang rawan terjadi bencana seperti angin kencang, banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, hingga gelombang tinggi,” ujar Asep di Cianjur, Antara, Minggu, 19 Oktober.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama saat hujan deras turun selama lebih dari dua jam. BPBD juga telah menyiagakan ratusan relawan di seluruh wilayah Cianjur.
“Sebanyak 354 relawan disiagakan di setiap desa untuk memantau kondisi, membuat laporan, dan melakukan evakuasi jika terjadi bencana. Dalam sepekan terakhir saja, sudah terjadi sejumlah kejadian seperti puting beliung dan tanah longsor,” kata Asep.
Menurutnya, keputusan penetapan status siaga bencana ini juga menindaklanjuti informasi dari BMKG yang memprediksi curah hujan tinggi masih akan terjadi di wilayah Jawa Barat dalam beberapa bulan ke depan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya juga telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi di seluruh kabupaten/kota.
Baca juga:
- Temuan Limbah Medis Berbahaya di Pengampelan Serang, DLH Tunggu Jadwal Angkut
- Seram! Jarum dan Selang Infus Ditemukan Berserakan di Saluran Jalan Sriwijaya, Dinkes Mataram Buru Pelaku
- Tak Lagi Gelap, Distrik di Papua Barat Kini Sudah Teraliri Listrik
- PLN Pasok 80 MVA untuk Perkuat Operasional Pabrik Baja di Banten
“Dalam beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem telah menyebabkan longsor di Kecamatan Cibinong dan angin puting beliung di empat kecamatan, yakni Cilaku, Cibeber, Warungkondang, dan Sukanagara,” ujarnya.