Mechalens, Model AI Lokal Pertama yang Bisa Hasilkan Gambar dan Video dari Teks

JAKARTA – Indonesia kini memiliki alat Kecerdasan Buatan (AI) generatif yang dapat menciptakan gambar dan video dengan mudah. Alat AI yang dikembangkan AICO Community ini diberi nama Mechalens. 

Konsepnya mirip dengan Nano Banana Gemini yang bisa menciptakan gambar dan Veo 3 atau Sora yang dapat membuat video hanya dengan memasukkan prompt. Ini merupakan tonggak penting bagi masa depan AI di Tanah Air. 

AICO Community mengklaim bahwa Mechalens adalah AI tools asli Indonesia pertama yang fokus pada kreasi visual generatif. Dengan begitu, teknologi ini dapat menjawab kebutuhan pasar lokal. Model AI ini dapat diakses melalui platform resminya. 

Mechalens hadir dengan tampilan antarmuka (UI) dan pengalaman pengguna (UX) yang modern serta intuitif. Ada beberapa fitur yang model tersebut tawarkan seperti instant preview dan dark mode untuk meningkatkan kenyamanan selama pengeditan. 

Selain itu, ada sistem login yang menggunakan Google OAuth 2.0. Ini akan menjamin proses login yang aman bagi penggunanya. Sementara itu, dari segi teknis, Mechalens dapat menghasilkan video yang halus dan realistis. 

Output yang dihasilkan mencapai kualitas hingga 1080p/24FPS. Alat ini juga menawarkan fleksibilitas rasio video 9:16, 16:9, 1:1, hingga 21:9 sehingga ideal untuk berbagai platform video seperti TikTok, YouTube, dan Instagram.

Tak hanya mengadopsi kemampuan Text-to-Video, Mechalens juga mendukung Image-to-Video yang dapat dioperasikan dengan model SeeDance Pro dan SeeDance Lite. Selain itu, ada fitur batch generation dan seed control untuk memproduksi konten yang banyak tanpa mengorbankan kualitas. 

Untuk menguji kemampuannya, Mechalens baru-baru ini menggelar kompetisi 'Ini Pahlawan Gue'. Kompetisi video AI challenge untuk merayakan 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia ini diikuti oleh 57 peserta. 

Ada tiga kreator yang menang dalam mengangkat kisah pahlawan versi mereka. Ketiga pemenang tersebut adalah Rendy Lawinata, Dika Karan, dan Rizal Purnama Nugraha. Rendy menyatakan bahwa hasil video buatannya terlihat rapi dengan ekspresi dan pergerakan kamera yang pas.

Sementara itu, Rizal menganggap bahwa Mechalens berpotensi menyaingi kualitas AI milik luar negeri, baik dari segi performa maupun hasil akhirnya. Ini merupakan peningkatan besar bagi karya anak bangsa. 

"(menggunakan Mechalens) seperti memiliki partner kerja yang enggak pernah mengeluh. Sederhana, mudah digunakan, tetapi hasilnya powerful," kata Rizal dalam sebuah keterangan pada Senin, 13 Oktober.