Bola Api Misterius Kejutkan Warga Cirebon, BRIN Yakini Adanya Meteor Jatuh
JAKARTA – Warga Cirebon tengah dihebohkan dengan peristiwa jatuhnya objek dari langit pada Minggu, 5 Oktober malam. Objek yang berbentuk seperti bola api ini diperkirakan sebagai meteor jatuh.
Video mengenai jatuhnya meteor ini viral di berbagai media sosial, termasuk TikTok. Menurut laporan warga setempat, bola api ini jatuh diiringi dengan dentuman yang sangat keras.
Tidak diketahui seberapa jauh dentumannya terdengar. Namun, objek ini diduga memicu kebakaran setelah mendarat. Dalam video yang beredar di media sosial, api dari bola meteor itu terlihat berkobar cukup tinggi di seberang jalan tol.
Fenomena langka ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah insidennya menarik perhatian publik, para ahli pun melakukan pengamatan secara mendalam, termasuk pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Peneliti Ahli Utama Pusat BRIN Thomas Djamaluddin menyatakan bahwa ada getaran yang tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cirebon. Data ini tercatat pukul 18.39 WIB.
Getaran ini tercatat pada azimut 221. Meski dentumannya sudah dikonfirmasi, Thomas mengatakan bahwa mereka masih perlu melakukan kajian lebih lanjut. Kajian ini diperlukan untuk mengetahui arah dan penyebab meteornya terjatuh.
Baca juga:
- TikTok Kirim Data Traffic dan Monetisasi, Komdigi Cabut Pembekuan TDPSE
- Skandal Besar! Hacker Curi 1 Miliar Data Salesforce, Siapa Jadi Korban Selanjutnya?
- Google Uji Desain Baru Gemini AI dengan Discovery Feed untuk Menginspirasi Ide Pengguna
- Lonjakan Pendanaan Startup AI Picu Kekhawatiran Gelembung Investasi
"Saya menyimpulkan (bahwa objek jatuh) itu adalah meteor cukup besar. Objek ini melintas memasuki wilayah Kuningan hingga Kabupaten Cirebon dari arah barat daya," ujar Thomas mengonfirmasi kepada VOI pada Senin, 6 Oktober.
Thomas menambahkan bahwa meteor ini jatuh sekitar pukul 18.35 hingga 18.39 WIB. Meski belum diketahui ukuran dari meteornya, Thomas meyakini bahwa objek ini berukuran besar karena dentumannya bisa terdengar warga setempat dan juga tercatat oleh BMKG.
"Ketika memasuki atmosfer yg lebih rendah, (meteor ini) menimbulkan gelombang kejut berupa suara dentuman dan terdeteksi oleh BMKG Cirebon pukul 18.39.12 WIB. Meteor ini jatuh di laut Jawa," jelas Thomas.