Pendidikan di Era Digital, Masihkah Guru Jadi Pusat Pembelajaran?
JAKARTA - Peran guru selama ini selalu ditempatkan sebagai pusat dalam proses belajar-mengajar. Namun, hadirnya teknologi digital dan kecerdasan buatan mulai mengubah peta pendidikan.
Siswa kini bisa mengakses informasi tanpa batas hanya lewat gawai, belajar mandiri dari video, aplikasi, atau bahkan mesin pencari dalam hitungan detik.
Di tengah perubahan ini, muncul pertanyaan besar, apakah guru masih relevan sebagai pusat pembelajaran, atau justru perannya bergeser menjadi fasilitator yang membimbing siswa memilah informasi dan menggunakannya secara bijak?
Pertanyaan inilah yang menjadi sorotan utama Redea Institute dalam Konferensi Internasional ke-15 bertema Menggagas Ulang Pendidikan di Era Digital, menghadirkan pakar pendidikan global untuk mencari jawaban atas tantangan masa depan dunia belajar mengajar.
Mereka konsisten mengembangkan program pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru, administrator, hingga staf sekolah agar pengajaran semakin relevan dengan perkembangan zaman.
Konferensi tahun ini menyoroti isu-isu penting seperti peran Artificial Intelligence (AI) di ruang kelas, kesetaraan digital, pembelajaran berbasis data, model pembelajaran personal, hingga pentingnya kepemimpinan etis di tengah transformasi digital.
"Sebagai lembaga yang berfokus pada riset dan pengembangan untuk kemajuan kami memegang teguh satu komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anak,"
"Dalam mewujudkan misi tersebut, kami terus berkolaborasi dengan para pakar pendidikan ternama bertaraf internasional,” ujar Antarina S.F Amir, pendiri dan CEO Redea Institute dalam pidato pembukaan.
Baca juga:
- UNRWA: Pendidikan Anak-anak Harus Menjadi Bagian dari Perjanjian Mengakhiri Perang di Gaza
- Para Guru Wajib Coba! Berikut 10 Contoh Kegiatan Outing Class SD yang Menarik dan Edukatif
- Menjadi Guru di Era Digital, Menginspirasi hingga Kreativitas Tanpa Batas
- Pentingnya Gerakan Pemanasan untuk Anak SD: Cara Menjaga Kebugaran Sejak Dini
Salah satu pembicara utama yang akan hadir adalah Dr. John T. Almarode, penulis sejumlah buku pendidikan populer seperti Teacher Clarity dan How Learning Works: A Playbook. Ia menegaskan meskipun teknologi berkembang pesat, esensi guru tetap tak tergantikan.
"Sebagai pendidik, kita harus mengakui para siswa dan rekan kerja kita kini menghadapi lingkungan yang sangat berbeda dibandingkan dengan yang pernah kita alami,” ujar Almarode.
Sebagus apapun teknologi generative AI berkembang, itu hanyalah alat bantu, bukan jawaban. Dari pandemi Covid-19, kita belajar satu hal penting yakni peran guru tidak dapat digantikan. Teknologi mungkin berubah, tetapi guru yang hebat akan selalu bertahan," tambah dia
Selain menghadirkan pakar internasional seperti Kenneth Shelton (Apple Distinguished Educator) dan Bryan Goodwin (CEO McREL International), konferensi ini juga menghadirkan sesi Learning Heroes yang diisi oleh guru-guru dari sekolah jaringan Redea Institute.
Mereka akan berbagi pengalaman mengajar, strategi pembelajaran inovatif, hingga tantangan nyata yang dihadapi di kelas melalui pendekatan kolaboratif lintas disiplin.