Intip Masa Depan Motor Listrik dari Ducati V21L, Motor Pertama yang Pakai Baterai Solid State

JAKARTA - Dalam dunia kendaraan listrik jenis baterai solid-state amat menjanjikan dari jarak tempuh yang lebih jauh, pengisian daya super cepat, keamanan lebih tinggi, hingga umur pakai yang lebih panjang.

Alhasil, banyak produsen mobil hingga produsen baterai berlomba-lomba menciptakan baterai solid-state ini dan bisa segera diwujudkan ke dalam mobil produksi.

Namun berbeda dengan Volkswagen Group yang membuat kejutan pameran IAA Munich beberapa waktu lalu dengan memamerkan motor listrik balap Ducati V21L dari seri MotoE yang ditenagai oleh baterai solid-state.

Motor Ducati ini menjadi kendaraan pertama dari VW Group yang secara resmi ditenagai oleh baterai lithium-metal solid-state yang dikembangkan oleh QuantumScape dan PowerCo. Langkah ini menunjukkan komitmen serius VW untuk menjadikan teknologi ini kompetitif dan menguntungkan.

Volkswagen Group bahkan mengeklaim demonstrasi teknologi ini sebagai tonggak berikutnya dalam perjalanan dari laboratorium ke produksi.

Meskipun potensi yang disajikan sangat besar, demonstrasi di atas panggung di Munich masih sangat terbatas, di mana motor tersebut hanya terlihat bergerak maju sejauh sekitar 4,5 meter di bawah tenaganya sendiri. Hal ini menggarisbawahi bahwa teknologi ini masih dalam tahap pengembangan awal.

Namun, target masa depan sudah jelas. Dilansir dari Autoweek, dikutip Jumat, 26 September, CEO QuantumScape Siva Sivaram yang hadir di acara tersebut, mengatakan bahwa tujuan mereka adalah menghadirkan sel otomotif komersial sebelum akhir dekade ini.

Peran Ducati V21L

VW Group memilih Ducati V21L, motor spesifikasi untuk seri balap FIM MotoE, untuk demonstrasi ini. Ducati menjelaskan bahwa proyek MotoE awalnya dibuat untuk membangun pengetahuan internal dalam perusahaan, sebagai persiapan untuk menciptakan motor listrik jalan raya di masa depan.

Dalam proyek MotoE, evolusi sel baterai telah menghasilkan pengurangan berat hingga 18 pon (sekitar 8 kg) pada paket baterai. Meskipun signifikan, penghematan berat ini masih belum memadai untuk membuat motor balap listrik memiliki bobot dan jangkauan yang sebanding dengan motor balap mesin pembakaran internal.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan VW Group, PowerCo, dan QuantumScape menjadi penting. Ducati terus bekerja sama untuk menguji teknologi baru guna menciptakan paket baterai dengan kepadatan energi yang jauh lebih tinggi.

Kendati proses pembuatan baterai solid-state yang berfungsi, terjangkau, dan dapat diproduksi secara massal masih menjadi tantangan besar, kemunculan Ducati V21L di panggung IAA Munich memberikan harapan besar bagi percepatan transisi EV global.