Sebaran Abu Gunung Lewotobi Laki-Laki Sampai Sikka NTT, Operasional Bandara Frans Seda Ditutup
JAKARTA - Penerbangan di Bandara Frans Seda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup sementara pada Jumat 26 September terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim).
"Hari ini 26 September 2025, operasi penerbangan di Bandara Frans Seda ditutup sementara," kata Kepala Bandara Frans Seda Maumere Partahian Pandjaitan saat dihubungi dari Labuan Bajo, Jumat, disitat Antara.
Ia mengatakan penutupan penerbangan sementara itu dilakukan hingga Sabtu, 27 September 2025, pukul 06.00 WITA.
Terdapat sebanyak enam rute penerbangan oleh dua maskapai penerbangan yang dibatalkan pada Jumat ini, katanya, menjelaskan. Keenam rute penerbangan tersebut yakni tiga penerbangan kedatangan dan tiga penerbangan keberangkatan.
Bandara Frans Seda, lanjut dia, telah melakukan pemeriksaan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menggunakan paper test.
"Sudah, hasilnya negatif tapi final area approach terdampak," katanya.
Baca juga:
- Masuk Zona Bekas Bencana Nuklir di Jepang, YouTuber Ukraina 6,5 Juta Subscriber Ditangkap
- KPK Soal Juru Simpan Kasus Korupsi Kuota Haji: Dilakukan Berjenjang yang Ujungnya Satu Orang
- Sama-sama Tegang dengan India, Pakistan-AS Makin Mesra Geber Kerja Sama Bilateral
- Demo Ricuh di Ladakh India Tewaskan 4 Orang, Polisi Berlakukan Jam Malam
Sementara itu, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Lewotobi Laki-laki dalam laporan aktivitas gunungapi periode pengamatan Jumat, 26 September 2025, pukul 06.00 WITA hingga pukul 12.00 WITA, melaporkan terjadi sebanyak tiga kali letusan dengan tinggi 1000 meter dan warna asap kelabu.
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level IV (Awas). Oleh karena itu masyarakat dan pengunjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius enam kilometer dan sektoral barat daya-timur laut tujuh kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Petugas di PGA Gunung Lewotobi Laki-laki juga mengimbau masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah setempat serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Selanjutnya, mereka juga meminta masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama daerah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki, lanjutnya, diimbau memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.