Gelang Emas Firaun yang Hilang Dicuri Ternyata Dilebur, Tersangka Berhasil Diamankan

JAKARTA - Sebuah gelang emas berusia 3.000 tahun yang hilang dari sebuah museum Mesir awal bulan ini telah dicuri dan dilebur, demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Mesir Hari Kamis.

Kementerian Purbakala dan Pariwisata melaporkan hilangnya gelang milik milik Raja Amenemope dari Periode Menengah Ketiga, yang memerintah Mesir sekitar 1.000 SM.

Gelang yang dihiasi manik-manik lapis lazuli berbentuk bola tersebut menghilang dari brankas di laboratorium konservasi pada tanggal 9 September, dikutip dari Reuters 19 September.

Gelang tersebut sedang direstorasi di laboratorium dan tidak dipajang, dikutip dari The National.

Setelah pencurian tersebut, sebuah komite khusus dibentuk untuk meninjau artefak di laboratorium tersebut, dan foto-foto gelang yang hilang tersebut diedarkan ke unit-unit barang antik di bandara, pelabuhan laut, dan perlintasan perbatasan darat Mesir, karena khawatir gelang tersebut akan diselundupkan ke luar negeri.

Namun, Kementerian Dalam Negeri melacak pencurian tersebut hingga ke seorang spesialis restorasi museum yang mengambil artefak tersebut dan menjualnya kepada seorang pedagang perak, yang kemudian meneruskannya kepada seorang pemilik bengkel di distrik perhiasan bersejarah Kairo.

Pemilik bengkel tersebut kemudian menjualnya kepada seorang pelebur emas, yang kemudian melebur logam tersebut dengan barang-barang lain.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan para tersangka telah ditangkap dan hasil penjualan, senilai sekitar 194.000 pound Mesir disita.

Insiden ini terjadi beberapa minggu sebelum rencana pembukaan The Grand Egyptian Museum di dekat Piramida Giza pada Bulan November mendatang.

Para pekerja museum sedang bersiap untuk memindahkan harta karun makam Raja Tutankhamun dari museum di Lapangan Tahrir ke lokasi baru sebelum pembukaan, yang disebut-sebut sebagai tonggak budaya utama oleh Pemerintahan Presiden Abdel Fattah El Sisi.

Pada tahun 2021, Mesir menggelar parade besar yang memindahkan 22 mumi kerajaan, termasuk Ramses II dan Ratu Hatshepsut, ke Museum Nasional Peradaban Mesir di Kairo Lama.