Prancis Digoyang Aksi Mogok Massal Pekerja, Pelajar Blokade Pintu Sekolah

JAKARTA - Aksi mogok massal dilakukan para guru, masinis kereta, apoteker, dan staf rumah sakit di Prancis. Sementara para remaja memblokir pintu sekolah, sebagai bagian dari protes sehari penuh terhadap ancaman pemotongan anggaran.

Serikat pekerja menuntut agar rencana fiskal pemerintah sebelumnya dibatalkan, pengeluaran yang lebih besar untuk layanan publik, pajak yang lebih tinggi bagi orang kaya dan menuntut pembatalan kebijakan terkait aturan pensiun.

Di Paris, banyak jalur metro akan dihentikan operasionalnya hampir sepanjang hari, kecuali pada jam sibuk pagi dan sore hari. Para siswa berkumpul untuk memblokir pintu masuk ke beberapa sekolah.

"Blokir sekolah menengahmu untuk melawan penghematan," demikian bunyi spanduk yang dibentangkan seorang siswa di depan SMA Lycée Maurice Ravel di ibu kota Prancis.

Kerusuhan sosial ini terjadi ketika Presiden Emmanuel Macron dan Perdana Menteri yang baru dilantiknya, Sebastien Lecornu, menghadapi krisis politik dan tekanan untuk mengendalikan keuangan di negara dengan ekonomi terbesar kedua di zona euro tersebut.

Dilansir Reuters, Kamis, 18 September, sumber Kementerian Dalam Negeri mengatakan sebanyak 800.000 orang diperkirakan akan berpartisipasi dalam aksi mogok dan protes tersebut.

"Para pekerja yang kami wakili marah," kata serikat pekerja utama negara itu dalam pernyataan bersama yang menolak rencana fiskal "brutal" dan "tidak adil" dari pemerintah sebelumnya.

Defisit anggaran Prancis tahun lalu hampir dua kali lipat dari pagu 3% Uni Eropa, tetapi meskipun ia ingin menguranginya, Lecornu akan menghadapi pertarungan politik untuk mengumpulkan dukungan parlemen bagi anggaran tahun 2026.

Pendahulu Lecornu, Francois Bayrou, digulingkan oleh parlemen pekan lalu karena rencananya untuk memangkas anggaran sebesar 44 miliar euro.

Perdana menteri yang baru belum mengatakan apa yang akan ia lakukan dengan rencana Bayrou, meskipun ia telah membuka pintu untuk berkompromi.

"Kami akan terus melakukan mobilisasi selama belum ada tanggapan yang memadai," kata ketua serikat pekerja CGT, Sophie Binet, setelah bertemu dengan Lecornu awal pekan ini. "Anggaran akan diputuskan di jalanan,” tegas dia.