Calvin Harris Gugat Mantan Penasehat Keuangan atas Dugaan Penggelapan Dana Investasi

JAKARTA - Produser musik dan disjoki kenamaan asal Skotlandia, Calvin Harris, telah mengajukan gugatan terhadap mantan penasihat keuangannya. Ia menuding penasihatnya tersebut telah menggelapkan dana investasi sebesar 22,5 juta dolar AS, atau sekitar Rp369 miliar, untuk mendanai sebuah proyek yang disebut " boondoggle”.

Kuasa hukum Harris, Adam Wiles, mengajukan gugatan arbitrase itu terhadap Thomas St. John, yang telah menjabat sebagai penasihat keuangan Harris selama 13 tahun.

Menurut dokumen gugatan, St. John diduga membujuk Harris untuk berinvestasi dalam proyek bernama CMNTY Culture Campus, sebuah properti seluas 460.000 kaki persegi yang akan mencakup studio rekaman, ruang perkantoran, dan lounge bagi para seniman.

Dalam tuntutan tersebut, dijelaskan bahwa proyek ini mulai dikembangkan sekitar tahun 2020. Namun pada 2023, proyek tersebut kekurangan dana, dan St. John diduga meminta Harris untuk memberikan tambahan modal darurat.

Kuasa hukum Harris menuduh, St. John tidak memberikan informasi apa pun mengenai proyek itu. Ia hanya menyerahkan dokumen kepada Harris untuk ditandatangani.

Berdasarkan tuntutan, Harris memberikan pinjaman sebesar 10 juta dolar AS dan investasi ekuitas sebesar 12,5 juta dolar AS untuk proyek tersebut.

"Hingga hari ini, Penggugat tidak tahu ke mana investasi Penggugat pergi atau untuk apa investasi itu digunakan," bunyi isi tuntutan dari kuasa hukum Harris, mengutip Variety, Rabu, 17 September.

"Bagaimanapun, Tergugat tidak berniat agar Tuan Wiles benar-benar menerima kembali nilai penuh dari investasinya, baik melalui distribusi atau cara lain,” sambungnya.

Tidak lama setelah investasi tersebut, Harris menuding St. John menginstruksikan perusahaan untuk menyalurkan dana sebesar 11,7 juta dolar AS kepada sebuah entitas yang dikendalikan olehnya.

Kuasa hukum Harris menuduh investasi real estat itu "paling baik, sebuah penipuan besar-besaran, dan paling buruk, sebuah penipuan total."

Di sisi lain, pengacara Thomas St. John, Sasha Frid, membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya, Frid menyebut Harris adalah salah satu dari sejumlah investor dalam proyek tersebut. Ia menjelaskan bahwa proyek di persimpangan Sunset Boulevard dan Highland Avenue itu kini akan diubah menjadi proyek perumahan dengan 750 unit apartemen, ruang kreatif, dan ritel.

Frid juga menyatakan bahwa Harris secara aktif mengejar peluang pengembangan ini. "Merasa tidak puas dengan laju proyek, ia memilih untuk mengejar arbitrase pribadi untuk menyatakan ketidakpuasannya. Bukan rahasia lagi bahwa akibat suku bunga dan faktor pasar lainnya, proyek real estate membutuhkan waktu lebih lama untuk dibangun. Namun, pengembangan ini sangat layak dan diperkirakan memiliki nilai lebih dari 900 juta dolar AS saat selesai. Tuan St. John menyangkal segala tuduhan,” tuturnya.

Gugatan Harris juga menyebutkan bahwa pinjaman sebesar 10 juta dolar AS seharusnya sudah dilunasi paling lambat 31 Januari 2025. Namun, hingga saat ini pokok dan bunganya belum dibayarkan.

St. John sendiri tidak lagi menjadi penasihat Harris sejak April 2025. Harris mengaku telah meminta informasi mengenai investasinya, tetapi respons yang diterima terbatas dan tidak memuaskan.

Tak lama setelah mengajukan arbitrase, kuasa hukum Harris mengetahui bahwa kondisi keuangan proyek semakin memburuk. Mereka mengajukan petisi ke Pengadilan Tinggi Los Angeles untuk mengesahkan perjanjian yang melarang perusahaan tersebut membuang dananya selama proses hukum berlangsung.