Dipakai 77 Persen Pengguna, Samsung Ungkap Popularitas Galaxy AI di Asia Tenggara dan Oseania
JAKARTA – Meski Galaxy AI telah tersedia di jutaan perangkat, tidak semua orang memakai inovasi Kecerdasan Buatan (AI) tersebut. Namun, data terbaru dari Samsung menunjukkan adanya peningkatan signifikan.
Berdasarkan data internal Samsung, Galaxy AI kini digunakan oleh 77 persen pengguna Samsung di Asia Tenggara dan Oseania. Angka ini menunjukkan bahwa adopsi fitur AI di ponsel pintar Samsung semakin diminati oleh para penggunanya.
Awalnya, Galaxy AI hanya tersedia secara eksklusif untuk seri flagship, seperti seri S, Flip, dan Fold. Seiring berjalannya waktu, inovasi tersebut kini telah diperluas ke berbagai perangkat, termasuk seri mid-range.
Hal ini membuat teknologi AI yang terintegrasi menjadi lebih mudah untuk diakses. Samsung pun berkomitmen untuk terus memperluas Galaxy AI sehingga mereka menargetkan perluasan inovasi tersebut ke 400 juta perangkat pada akhir tahun ini.
Upaya ini sejalan dengan visi Samsung untuk menghadirkan teknologi AI ke lebih banyak orang. Samsung pun mengungkapkan sejumlah fitur Galaxy AI yang paling sering digunakan, di antaranya Circle to Search, Photo Assist, Instant Slow Mo, Writing Assist, dan Edit Suggestion.
Baca juga:
Adopsi terhadap fitur-fitur tersebut cukup tinggi, tetapi Samsung tidak mengungkapkan jumlah pengguna atau persentase penggunaannya. Sejalan dengan upaya perluasan akses fitur AI ke Lebih banyak pengguna, Samsung terus menghadirkan fitur baru.
Perusahaan tersebut ingin membantu pengguna berkomunikasi dan berkreasi dengan cara baru. Misalnya seperti fitur Transcript Assist, Browsing Assist, dan Interpreter didesain yang diluncurkan untuk membantu pengguna tetap produktif.
Deretan fitur ini juga membantu pengguna tetap dapat terhubung dengan lancar, melintasi hambatan bahasa dan konteks. Selain itu, Galaxy AI juga menawarkan berbagai fitur yang mendukung kreativitas pengguna seperti Audio Eraser, Auto Trim, dan Generative Edit.